Keefektifan ekstrak daun sirsak, biji bengkuang, dan buah cabai jawa terhadap ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda (Smith)) (Lepidoptera: Noctuidae)
Effectiveness of soursop leaves, yam bean seeds, and Javanese long pepper fruits extracts against larvae of fall armyworm (Spodoptera frugiperda (Smith)) (Lepidoptera: Noctuidae)
Downloads
Fall armyworm (FAW), Spodoptera frugiperda (Smith) is an important pest on maize. Common control carried out by farmers in controlling the pest is by using synthetic insecticides. However, the improper use of synthetic insecticides can cause negative impacts. One strategy to control pests that is safe and environmentally friendly is by using botanical insecticides. Soursop (Annona muricata) leaves, yam bean (Pachyrizus erosus) seeds, and Javanese long pepper (Piper retrofractum) extracts are known to be able to control various insect pests. The aim of this research was to study the effectiveness of soursop leaves, yam bean seeds, and Javanese long pepper extracts on mortality of second instar larvae of FAW. Two test methods used to assess the three extracts on the mortality of S. frugiperda larvae were the leaf residual and the topical application methods. Insect mortality levels were processed using probit analysis to obtain lethal concentration (LC) and lethal dose (LD) values for each extract. The results showed that P. retrofractum extracts showed highest mortality effect on S. frugiperda than P. erosus and A. muricata extracts both on leaf residual and topical application methods. The LC50 and LC95 values of P. retrofractum extract were 0.142% and 0.595%, respectively. Meanwhile the LD50 and LD95 of P. retrofractum extract 0.10 µg/larvae and 0.40 µg/larva, respectively.
Downloads
PENDAHULUAN
Spodoptera frugiperda (Smith) atau ulat grayak jagung (UGJ) merupakan hama perusak tanaman jagung yang berasal dari daerah tropis dan subtropis Benua Amerika (Sparks, 1979). UGJ dapat berkembang biak terus menerus baik di wilayah tropis maupun subtropis di Amerika dan dapat bermigrasi ke wilayah lain yang beriklim sedang, seperti Amerika Utara untuk berkembang pada musim panas (Sun et al., 2021). Selama periode 2016–2019 UGJ menginvasi 47 negara Afrika, 18 negara Asia dan kemudian Australia yang keberadaan hama ini dapat mengancam produksi tanaman (C.A.B.I., 2019). UGJ merupakan hama polifag yang memiliki 350 spesies tanaman inang, dengan inang utama, yakni jagung, sorgum, padi, gandum, barley, oat, millet, ryegrass, kedelai, tembakau, tomat, kentang, kacang tanah, kapas, dan bawang merah (Montezano et al., 2018). Serangan UGJ di Amerika pertama kali terjadi pada tahun 1856 hingga 1928 (Luginbill, 1928). Pada Januari 2016 UGJ ini dilaporkan pertama kali menginvasi negara Afrika (Goergen et al., 2016). Satu tahun setelahnya, UGJ dilaporkan menyebar ke Benua Eropa (Early et al., 2018)dan pada tahun 2018 dilaporkan menyebar ke Benua Asia, tepatnya pertama kali di India (Mahat et al., 2021);(Ganiger et al., 2018). Sementara itu, UGJ ditemukan di Indonesia pada bulan Maret 2019 di Pasaman, Sumatera Barat (Sartiami et al., 2020), kemudian menyebar ke wilayah lain di Indonesia, seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan Bali (Hutasoit et al., 2020); (Maharani et al., 2019); (Trisyono et al., 2019); (Ginting et al., 2020); (Supartha et al., 2021).
Ulat S. frugiperda dapat menyerang pada seluruh tahapan perkembangan tanaman jagung. Serangan larva instar awal menyebabkan daun menjadi transparan memanjang. Instar ke-3 dan seterusnya memakan bagian daun muda yang menggulung (Nonci et al., 2019);(Navik et al., 2021). Serangan UGJ mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup besar. Serangan UGJ di Lampung, Bali, dan NTT menyebabkan kehilangan hasil berturut-turut sebesar 26,50–70%, 47,84%, dan 85–100% (Lestari et al., 2020); (Supartha et al., 2021); (Mukkun et al., 2021).
Pengendalian yang dilakukan oleh petani umumnya menggunakan insektisida sintetik dengan alasan di antaranya praktis, lebih cepat dalam mengendalikan hama, dan lebih efisien dari segi ekonomi dan waktu (Dadang, 2008). Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan manusia dan juga lingkungan serta menyebabkan resistensi pada hama itu sendiri. Di China UGJ telah resisten terhadap insektisida golongan piretroid, organofosfat, dan spinosad (Zhang et al., 2021). Untuk itu, perlu adanya pengendalian alternatif untuk mengendalikan UGJ ini. Salah satu pengendalian alternatif yang relatif aman terhadap musuh alami dan mudah terurai di lingkungan adalah melalui penggunaan insektisida nabati (Dadang, 2011).
Daun sirsak (Annona muricata L.), biji bengkuang (Pachyrizus erosus L.), dan buah cabai jawa (Piper retrofractum L.) merupakan tiga tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Annonaceae, Fabaceae, dan Piperaceae diketahui mengandung senyawa-senyawa yang bersifat toksik terhadap serangga seperti, asetogenin, flavonoid, dan tanin (Isman & Seffrin, 2014); (Aisah et al., 2013).
Ekstrak kasar etanol daun A. muricata pada 0,1% dapat mematikan 78,35% kutudaun persik Myzus persicae (Sulzer) (Desiyanti et al., 2016). Ekstrak biji dan daun P. erosus pada 2% mampu menghambat peneluran imago betina Plutella xylostella (Linnaeus) serta dapat menyebabkan mortalitas larva Chrysomya bezziana Villeneuve (Basukriadi & Wilkins, 2014); (Mustika et al., 2016), sedangkan ekstrak metanol buah P. retrofractum pada 0,5% menyebabkan mortalitas larva C. pavonana sebesar 100% dengan metode residu pakan (Prijono et al., 2006). Untuk itu, tujuan penelitian ini untuk mempelajari efektivitas ekstrak A. muricata, P. erosus, dan P. retrofractum terhadap S. frugiperda.
BAHAN DAN METODE
Tempat dan waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Toksikologi Serangga, Departemen Proteksi Tanaman, IPB University dari Februari 2023–Desember 2023.
Perbanyakan serangga
Larva S. frugiperda diperoleh dari Kebun Percobaan Cikabayan, IPB University. Larva S. frugiperda dipelihara di laboratorium hingga menjadi imago pada wadah plastik (diameter 4,6 cm, tinggi 2,5 cm) dan diberi pakan jagung semi. Larva yang akan memasuki instar akhir kemudian dipindahkan ke dalam wadah plastik (tinggi 4,6 cm, diameter 6,5 cm) yang di dalamnya disediakan serbuk kayu halus sebagai media berpupa. Pupa yang terbentuk kemudian dipindahkan ke dalam kurungan serangga (21 cm × 15 cm × 22 cm) yang telah dialasi dengan tisu makan dan dibiarkan berkembang hingga menjadi imago. Imago yang muncul dipelihara dan diberikan pakan larutan madu 10% (v/v) yang diserapkan pada kapas yang digantungkan pada kurungan (Phambala et al., 2020). Larva yang digunakan pada pengujian adalah larva instar II hari pertama.
Ekstrak tanaman
Bahan tanaman daun sirsak (A. muricata) diperoleh dari Kecamatan Talang Sari, Kota Jambi; biji bengkuang (P. erosus) diperoleh dari Kecamatan Kasang Pudak, Kota Jambi; dan buah cabe jawa (P. retrofractum) diperoleh dari koleksi Laboratorium Fisiologi dan Toksikologi Serangga, Departemen Proteksi Tanaman, IPB University. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi (Dadang, 2011). Bagian tumbuhan dipotong menjadi bagian-bagian kecil, dikeringanginkan selama tujuh hari kemudian dihaluskan menggunakan blender hingga menjadi serbuk. Serbuk tanaman kemudian diayak menggunakan pengayak kasa berjalin 1 mm. Sebanyak 300 g masing-masing serbuk spesies tanaman direndam dalam metanol (Jannah et al., 2017); (Johari et al., 2019); dan (Subsuebwong et al., 2016), dengan perbandingan 1:10 (w/v) selama 48 jam, setelah itu masing-masing rendaman disaring menggunakan corong kaca yang dialasi dengan kertas saring. Filtrat yang didapat kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 50 °C dan tekanan 400–450 mmHg sehingga diperoleh ekstrak kasar. Ekstrak kasar yang diperoleh kemudian disimpan dalam lemari es 4 °C hingga saat akan digunakan.
Uji toksisitas ekstrak tanaman terhadap larva S. frugiperda
Pengujian ekstrak tanaman terhadap larva UGJ diawali dengan uji pendahuluan, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjutan. Metode uji hayati yang digunakan adalah metode residu dan metode topikal. Uji pendahuluan dilakukan untuk menentukan taraf konsentrasi dari masing-masing ekstrak yang diharapkan dapat menyebabkan kematian 5% hingga 95% serangga uji. Konsentrasi yang digunakan pada uji pendahuluan metode residu ekstrak daun A. muricata, yakni 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1,2%, yang mengacu pada (Trindade et al., 2011) dan (Ambarningrum et al., 2012); konsentrasi ekstrak biji P. erosus, yakni 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1% yang mengacu pada (Basukriadi & Wilkins, 2014); dan konsentrasi ekstrak buah P. retrofractum 0,03%, 0,063%, 0,125%, 0,25%, dan 0,5% merujuk pada(Prijono et al., 2006) dan (Indriati et al., 2015). Setelah dilakukan uji pendahuluan didapat konsentrasi uji lanjutan ekstrak daun A. muricata, yakni 0,247%, 0,439%, 0,689%, 1,117%, dan 2,630%; ekstrak biji P. erosus, yakni 0,090%, 0,138%, 0,194%, 0,280%, dan 0,535%; dan ekstrak buah P. retrofractum, yakni 0,075%, 0,125%, 0,186%, 0,285%, dan 0,605%. Konsentrasi sediaan ekstrak dilakukan dengan metode pengenceran serial. Sejumlah ekstrak masing-masing dilarutkan dalam pelarut metanol. Ekstrak terlarut kemudian diencerkan dengan menambah akuades yang mengandung agristick hingga volume tertentu sesuai dengan konsentrasi uji yang diinginkan. Konsentrasi pelarut metanol dan agristick pada sediaan ekstrak sebesar 1% dan 0,2%.
Sementara dosis yang diaplikasikan pada uji pendahuluan metode topikal ekstrak daun A. muricata merujuk pada (Rodrigues et al., 2019), yakni 1 μg/larva, 3 μg/larva, 5 μg/larva, 7 μg/ larva, dan 15 μg/larva; untuk ekstrak biji P. erosus merujuk pada (Yongkhamcha & Indrapichate, 2012) dan(Basukriadi & Wilkins, 2014), yakni 0,25 μg/larva, 0,5 μg/larva, 1 μg/larva, 2,5 μg/larva dan 5 μg/larva; dan ekstrak buah P. retrofractum 0,1 μg/larva, 0,5 μg/larva, 1 μg/larva, 5 μg/larva, dan 10 μg/larva mengacu pada (Dadang, 2011). Setelah dilakukan uji pendahuluan didapat dosis uji lanjutan ekstrak daun A. muricata, yakni 0,0900 μg/larva, 0,1800 μg/larva, 0,3100 μg/larva, 0,560 μg/larva, dan 1,560 μg/larva; ekstrak biji P. erosus, yakni 0,090 μg/larva, 0,150 μg/larva, 0,230 μg/larva, 0,360 μg/larva, dan 0,800 μg/ larva; ekstrak buah P. retrofractum, yakni 0,0800 μg/larva, 0,140 μg/larva, 0,210 μg/larva, 0,320 μg/ larva, dan 0,690 μg/larva.
Metode residu pada daun
Metode residu dilakukan merujuk pada (Firmansyah et al., 2017) dan (Ramadhan & Firmansyah, 2020) yang dimodifikasi. Aplikasi metode residu pada daun dilakukan dengan cara mencelupkan satu lembar daun jagung (2 cm × 2 cm) ke dalam sediaan ekstrak selama 10 detik sesuai perlakuan dan kontrol kemudian ditiriskan. Setelah beberapa saat, daun perlakuan atau kontrol dimasukkan ke dalam wadah/tray plastik yang memiliki lubang terpisah dengan ukuran diameter 4,5 cm, tinggi 2,5 cm.
Setiap perlakuan digunakan 10 individu larva S. frugiperda instar II. Masing-masing larva tempatkan secara individu ke dalam tray/wadah yang berisi 1 lembar daun jagung perlakuan atau kontrol pada lubang terpisah. Daun jagung perlakuan diganti pada 24 jam setelah perlakuan dengan daun jagung tanpa perlakuan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada 24, 48, 72, dan 96 jam setelah perlakuan (JSP). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali.
Metode topikal
Metode topikal dilakukan dengan meneteskan 1 µl sediaan ekstrak sesuai dosis perlakuan dan kontrol menggunakan mikrosiring pada bagian dorsal-toraks larva uji. Larva kemudian ditempatkan secara individu dalam wadah/tray plastik yang memiliki lubang terpisah (diameter 4,5 cm, tinggi 2,5 cm) yang berisi pakan daun jagung (2 cm × 2 cm). Setiap lubang wadah dimasukkan 1 individu larva S. frugiperda instar II. Setiap perlakuan digunakan 10 individu larva S. frugiperda instar II. Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah kematian larva pada 24, 48, 72, dan 96 JSP. Setiap perlakuan diulang lima kali.
Analisis data
Data ditabulasi pada program komputer Microsoft Excel 2013 kemudian dianalisis probit menggunakan program POLO-PC (Le-Ora Software 1987) untuk mendapatkan nilai LC dan LD.
HASIL
Mortalitas larva S. frugiperda dengan metode residu
Kematian larva S. frugiperda pada seluruh perlakuan ekstrak dengan metode residu pada daun sudah terjadi sejak pengamatan pertama pada 24 JSP. Secara berturut-turut persentase mortalitas terendah dan tertinggi pada 96 JSP, yakni 20% dan 88% pada perlakuan ekstrak daun sirsak konsentrasi 0,247% dan 2,63%; 26% dan 94% pada perlakuan ekstrak biji bengkuang konsentrasi 0,09% dan 0,535%; serta 28% dan 98% pada perlakuan ekstrak buah cabai jawa konsentrasi 0,075% dan 0,605%. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak tanaman yang diaplikasikan menyebabkan peningkatan persentase mortalitas larva S. frugiperdaGambar 1 (Figure 1).
Mortalitas larva S. frugiperda dengan metode topikal
Mortalitas larva S. frugiperda pada perlakuan ketiga jenis ekstrak dan seluruh konsentrasi dengan metode topikal mulai terlihat sejak 24 JSP Gambar 2 (Figure 2). Secara berturut-turut persentase mortalitas terendah dan tertinggi pada 96 JSP, yakni 38% dan 74% pada perlakuan ekstrak daun sirsak dosis 0,09 µg/larva dan 1,560 µg/ larva, 44% dan 98% pada perlakuan ekstrak biji bengkuang konsentrasi 0,09 µg/larva dan 0,8 µg/ larva, 52% dan 100% pada perlakuan ekstrak buah cabai jawa konsentrasi 0,08 µg/larva dan 0,69 µg/ larva. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak tumbuhan yang diaplikasikan menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda semakin meningkat.
Gambar 1 (Figure 1).Perkembangan mortalitas larva Spodoptera frugiperda pada perlakuan tiga jenis ekstrak tumbuhan dengan metode residu pada daun. A: ekstrak daun sirsak; B: ekstrak biji bengkuang; dan C: ekstrak buah cabe jawa. (JSP: jam setelah perlakuan).Figure 1. Mortality development of Spodoptera frugiperda larvae in the treatment of three types of plant extracts using the residue method on leaves. A: soursop leaves extracts; B: yam bean seeds extracts; and C: Javanese long pepper fruits extracts. (JSP: hours after treatment).
Gambar 2 (Figure 2).Perkembangan mortalitas larva Spodoptera frugiperda pada perlakuan tiga jenis ekstrak tumbuhan dengan metode topikal A: ekstrak daun sirsak; B: ekstrak biji bengkuang; dan C: ekstrak buah cabe jawa. (JSP: jam setelah perlakuan).Figure 2. Mortality development of Spodoptera frugiperda larvae in treatment with three types of plant extracts using the topical method. A: soursop leaves extracts; B: yam bean seeds extracts; and C: Javanese long pepper fruits extracts. (JSP: hours after treatment).
Berdasarkan analisis probit, ekstrak buah cabai jawa menunjukkan toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan toksisitas ekstrak biji bengkuang dan ekstrak daun sirsak baik pada metode residu daun maupun metode topikal. Nilai LC50 dan LC95 ekstrak buah cabai jawa melalui metode residu pada daun berturut-turut 0,142% dan 0,595% yang menunjukkan nilai LC yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai LC50 dan LC95 kedua ekstrak lainnya Tabel 1 ( Demikian juga dengan metode topikal, nilai LD50 dan LD95 ekstrak buah cabai jawa berturut-turut sebesar 0,10 µg/larva dan 0,40 µg/larva yang menunjukkan nilai LD lebih rendah daripada LD50 dan LD95 ekstrak biji bengkuang dan ekstrak daun sirsak Tabel 2 (Table 2).
PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda antar ekstrak tiga tumbuhan terhadap mortalitas larva S. frugiperda. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak buah cabai jawa, ekstrak biji bengkuang, dan ekstrak daun sirsak berpotensi untuk dijadikan sebagai insektisida nabati untuk pengendalian S. frugiperda. Tanaman A. muricata memiliki senyawa aktivitas insektisida mulai dari akar, biji, daun, dan bunga (Leatemia & Isman, 2004); (Souza J. Ferreira M et al., 2011). Daun sirsak diketahui mengandung senyawa asetogenin yang cukup kuat terhadap larva Lepidoptera. Senyawa asetogenin bekerja dengan cara menghambat enzim NADPH pada transport elektron sehingga terjadi kekurangan produksi ATP yang mengakibatkan energi dalam sel serangga menjadi berhenti sehingga menyebabkan kematian pada serangga (Prijono et al., 1997); (Coria-Tellez et al., 2016).
|
Ekstrak tanaman (Plant extracts) |
a ± GB | b ± GB | LC 50 (SK 95%) (%) | LC 95 (SK 95%) (%) |
|---|---|---|---|---|
|
Daun sirsak (Soursop leaves) |
0,482 ± 0,098 |
1,919 ± 0,272 |
0,561 (0,444–0,687) |
4,038 (2,627–8,374) |
|
Biji bengkuang (Yam bean) |
2,231 ± 0,293 |
2,871 ± 0,380 |
0,167 (0,143–0,192) |
0,625 (0,472–0,987) |
|
Buah cabai jawa (Javanese long pepper) |
2,243 ± 0,285 |
2,650 ± 0,347 |
0,142 (0,120–0,166) |
0,595 (0,443–0,956) |
|
Ekstrak tanaman (Plant extracts) |
a ± GB | b ± GB |
LD 50 (SK 95%) (µg) | LD 95 (SK 95%) (µg) |
|---|---|---|---|---|
|
Daun sirsak (Soursop leaves) |
1,372 ± 0,312 | 0,807 ± 0,203 |
0,20 (0,0900–0,3100) | 21,79 (5,190–1353,110) |
|
Biji bengkuang (Yam bean) |
4,597 ± 0,684 | 2,305 ± 0,391 |
0,10 (0,0700–0,1300) | 0,52 (0,390–0,920) |
|
Buah cabai jawa (Javanese long pepper) |
5,458 ± 0,843 | 2,724 ± 0,470 |
0,10 (0,0700–0,1200) | 0,40 (0,310–0,650) |
Ekstrak A. muricata dapat diaplikasikan pada berbagai jenis hama yang berbeda dengan metode semprot maupun metode residu. Beberapa penelitian lain yang menunjukkan potensi tersebut di antaranya (Arimbawa et al., 2018) yang melaporkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat menyebabkan mortalitas pada C. pavonana sebesar 52% menggunakan metode pencelupan daun dan metode olesan ekstrak pada tubuh serangga dengan konsentrasi 40 ml/100 ml akuades. Ekstrak daun sirsak yang diaplikasikan menggunakan metode celup daun dapat mengakibatkan kematian S. litura 30% dengan konsentrasi 250 g/l (Fathoni et al., 2013). Tanaman P. erosus mengandung senyawa kimia rotenon yang memiliki aktivitas insektisida yang kuat terhadap berbagai jenis serangga dan bekerja sebagai racun kontak dan racun perut (Djojosumarto, 2008). Mekanisme kerja rotenon adalah menghambat transfer elektron antara NADH dehidroginase dan koenzim Q pada kompleks I dan rantai transpor elektron di dalam mitokondria hingga menyebabkan produksi ATP menurun dan sel mengalami kekurangan energi dan kelumpuhan pada berbagai sistem otot dan jaringan lain pada serangga (Hollingworth, 2001). Aktivitas insektisida pada ekstrak P. erosus telah banyak dilakukan terhadap serangga yang berbeda. Ekstrak biji P. erosus dapat mengendalikan serangan Thrips pada tanaman cabai (Johari et al., 2019). (Basukriadi & Wilkins, 2014) melaporkan ekstrak P. erosus dapat menyebabkan penghambatan peneluran P. xylostella dengan konsentrasi 2% telur yang diletakkan sebanyak 24 telur. Ekstrak etanol biji P. erosus pada dosis 30 µg/ml menyebabkan kematian pada larva instar II Ae. aegypti sebesar 63% (Yongkhamcha & Indrapichate, 2012). Buah P. retrofractum mengandung senyawa aktif piperamida. Beberapa senyawa aktif piperamide telah berhasil diisolasi dari buah P. retrofractum, yakni metil piperat, guininsin, piperasida, dan piperlonguminin (Kikuzaki et al., 1993). Senyawa aktif piperamide bekerja sebagai racun kontak dan racun saraf. Piperamide memiliki gugus metilendioksifenil yang mampu menghambat enzim sitokrom P450 yang dapat mengoksidasi senyawa asing dalam tubuh serangga (Miyakado et al., 1989);(Scott et al., 2008). Ekstrak buah cabai jawa dapat berpotensi sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan C. pavonana dan H. antonii (Prijono et al., 2020);(Rohimatun et al., 2020). (Dadang, 2011) melaporkan ekstrak etil asetat buah P. retrofractum dengan konsentrasi 0,15% dan 0,21% mampu mengakibatkan mortalitas pada larva instar III C. pavonana sebesar 100%.
Dengan diketahuinya keefektifan ekstrak daun sirsak, cabai jawa, dan biji bengkuang dalam menyebabkan kematian larva S. frugiperda yang tinggi maka ketiga ekstrak tersebut berpeluang besar untuk dijadikan alternatif untuk pengendalian hama S. frugiperda. Sifat ekstrak tanaman yang lebih mudah terurai di alam dan lebih selektif diharapkan akan memperkuat penerapan pengendalian hama terpadu terhadap hama S. frugiperda di lapangan.
KESIMPULAN
Ekstrak daun sirsak, biji bengkuang, dan ekstrak buah cabai jawa dapat mengakibatkan kematian larva S. frugiperda. Ekstrak buah cabai jawa menggunakan metode residu konsentrasi 0,605% mampu mengakibatkan mortalitas larva instar II S. frugiperda sebesar 98% dan dosis 0,609 µg/larva mampu mengakibatkan mortalitas larva sebesar 100% menggunakan metode topikal. Ekstrak buah cabai jawa memiliki aktivitas mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biji bengkuang dan ekstrak daun sirsak terhadap larva S. frugiperda.
References
- Aisah S., Sulistyowati E., Dewi Y., Sari A.. Potensi ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus URB.) sebagai larvisida Aedes aegypti L. 2013.
- Ambarningrum T.B., Setyowati E.A., Susatyo P.. Nutrisi serta terhadap struktur membran peritrofik larva instar V Spodoptera litura F. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 2012; 12:169-176. DOI
- Arimbawa I.D., Martiningsih G.E., Javandira C.. Uji potensi daun sirsak (Annona muricata L) untuk mengendalikan hama ulat krop (Crocidolomia pavonana F. Agrimeta. 2018; 8:60-71.
- Basukriadi A., Wilkins R.M.. Oviposition deterrent activities of Pachyrhizus erosus seed extract and other natural products on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae. Journal of Insect Science. 2014; 14(244)DOI
- C.A.B.I.. Centre for Agriculture and Bioscience International. 2019. Publisher Full Text
- Coria-Tellez A.V., Montalvo-Gonzalez E., Yahia E.M., Obledo-Vazquez E.N.. Annona muricata: A comprehensive review on its traditional medicinal uses, phytochemicals, pharmacological activities, mechanisms of action and toxicity: Review. Arabian Journal of Chemistry. 2016; 11:662-691. DOI
- Dadang Prijono D.. IPB University: Bogor; 2008.
- Dadang Prijono D.. Pengembangan teknologi formulasi insektisida nabati untuk pengendalian hama sayuran dalam upaya menghasilkan produk sayuran sehat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 2011; 16:100-111.
- Desiyanti N.M.D., Swantara I.M.D., Sudiarta I.P.. Uji efektivitas dan identifikasi senyawa aktif ekstrak daun sirsak sebagai pestisida nabati terhadap mortalitas kutu daun persik (Myzus persicae Suiz) pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L. Jurnal Kimia. 2016; 10:1-6. DOI
- Djojosumarto P.. Agromedia Pustaka: Jakarta; 2008.
- Early R., González-Moreno P., Murphy S.T., Day R.. Forecasting the global extent of invasion of the cereal pest Spodoptera frugiperda, the fall armyworm. NeoBiota. 2018; 50:25-50. DOI
- Fathoni M.H., Yanuwiadi B., Setyo A.L.. The effectiveness of combination mahogany (Swietenia mahogany) seed and sour sup (Annona muricata) leaf pesticide to the time of stop feeding and LC50 mortality on armyworm (Spodoptera litura F. Journal of Biodiversity and Environmental Science. 2013; 3:71-77.
- Firmansyah E., Dadang Anwar, R.. Aktivitas insektisida ekstrak Tithonia diversifolia (Hemsl.) a Gray (Asteraceae) terhadap ulat daun kubis Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: Yponomeutidae. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 2017; 17:185-193. DOI
- Ganiger P.C., Yeshwanth H.M., Muralimohan K., Vinay N., Kumar A.R.V., Chandrashekara K.. Occurrence of the new invasive pest, fall armyworm, Spodoptera frugiperda (JE Smith. 2018. DOI
- Ginting S., Zarkani A., Wibowo R.H., Sipriyadi. New invasive pest, Spodoptera frugiperda. 2020.
- Goergen G., Kumar P.L., Sankung S.B., Togola A., Tamò M.. First report of outbreaks of the fall armyworm Spodoptera frugiperda. PLoS One. 2016; 11:1-9. DOI
- Hollingworth R.M.. Handbook of Pesticide Toxicology. Academic Press: Academic Press; 2001:1169-1227. DOI
- Hutasoit R.T., Kalqutny S.H., Widiarta I.N.. Spatial distribution pattern, bionomic, and demographic parameters of a new invasive species of armyworm Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) in maize of South Sumatra, Indonesia. Biodiversitas. 2020; 21:3576-3582. DOI
- Indriati G., Dadang Prijono, D.. Aktivitas insektisida ekstrak buah cabai jawa (Piper retrofractum, Piperaceae) terhadap Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae. Jurnal Litrri. 2015; 21:33-40. DOI
- Isman M.B., Seffrin R.. Advances in Plant Biopesticides. Springer: Springer; 2014:21-33. DOI
- Jannah R., Husni M.A., Nursanty R.. Inhibition test of methanol extract from soursop leaf (Annona muricata Linn) against Streptococcus mutans bacteria. Jurnal Natural. 2017; 17:23-30. DOI
- Johari A., Tangngareng T., Dewi R.S., Natalia D., Setia H.A., Tomy M.. Effect of Pachyrizus erosus extract on the thrips attack Phenomenon (Thripidae) in Capsicum annuum L. leaves. Online Journal of Biological Sciences. 2019; 19:15-19. DOI
- Kikuzaki H., Kawabata M., Ishida E., Akazawa Y., Takei Y., Nakatani N.. LC-MS analysis and structural determination of new amides from Javanese long pepper (Piper retrofractum. Bioscience Biotechnology and Biochemistry. 1993; 57:1329-1333. DOI
- Leatemia J.A., Isman M.B.. Insecticidal activity of crude seed extracts of Annona spp., Lansium domesticum and Sandoricum koetjape against Lepidoteran larvae. Phytoparasitica. 2004; 32:32-37. DOI
- Lestari P., Budiarti A., Fitriana Y., Susilo F., Swibawa I.G., Sudarsono H., Suharjo R., Hariri A.M., Purnomo Nuryasin, Solikhin Wibowo, L Jumari, Hartaman M.. Identification and genetic diversity of Spodoptera frugiperda in Lampung Province, Indonesia. Biodiversitas. 2020; 21:1670-1677. DOI
- Luginbill Philip. The Fall Army Worm. Technical Bulletins. 1928; 156281
- Maharani Y., Dewi V.K., Puspasari L.T., Rizkie L., Hidayat Y., Dono D.. Cases of fall army worm Spodoptera frugiperda J.E. 2019. DOI
- Mahat K., Mitchell A., Zangpo T.. An updated global COI barcode reference data set for fall armyworm (Spodoptera frugiperda) and first record of this species in Bhutan. Journal of Asia Pacific Entomology. 2021; 24:105-109. DOI
- Miyakado M., Nakayama I., Ohno N.. Insecticides of Plant Origin. ACS: ACS; 1989:173-187. DOI
- Mukkun L., Kleden Y.L., Simamora A.V.. Detection of Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) in maize field in East Flores District, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. International Journal of Tropical Drylands. 2021; 5:20-26. DOI
- Mustika A.A., Hadi U.K., Wardhana A.H., Rahminiwati M., Wientarsih I.. The efficacy of larvicides of leaves of yam bean (Pachyrhizus erosus) as botanical insecticides against fly larvae Myiasis Chrysomya bezziana. IOSR Journal of Pharmacy. 2016; 6:78-81.
- Montezano D.G., Specht A., Sosa-Gómez D.R., Roque-Specht V.F., Sousa-Silva J.C., Paula-Moraes S.V., Peterson J.A., Hunt T.E.. Host Plants of Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) in the Americas. African Entomology. 2018; 26:286-300. DOI
- Navik O., Shylesha A.N., Patil J., Venkatesan T., Lalitha Y., Ashika T.R.. Damage, distribution and natural enemies of invasive fall armyworm Spodoptera frugiperda. 2021. DOI
- Nonci N., Kalqutny S.H., Mirsam H., Muis A., Azrai M., Aqil M.. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia: Maros; 2019.
- Phambala K., Tembo Y., Kasambala T., Kabambe V.H., Stevenson P.C., Belmain Bioactivity of common pesticidal plants on fall armyworm larvae (Spodoptera frugiperda. Plants. 2020; 9:1-10. DOI
- Souza J. Ferreira M Predes R.C., P Pedro, Goulart. Larvicidal activity and seasonal variation of Annona muricata (Annonaceae) extract on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae. Revista Colombiana de Entomología. 2011; 37:223-227. DOI
- Prijono D., Gani M.S., Syahputra E.. Insecticidal activity of Indonesian plant extracts of Piper retrofractum fruit and Tephrosia vogelii leaf and their mixtures against Crocidolomia pavonana. Cropsaver. 1997; 3:68-75. DOI
- Prijono D., Sudiar J.I., Irmayetri. Insecticidal activity of Indonesian plant extracts against the cabbage head caterpillar, Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Pyralidae. ISSAAS. 2006; 12:25-34.
- Prijono D., Wulan R.D.R., Ferdi Saryanah, N.A.. Insecticidal activity of the extracts of Piper retrofractum fruit and Tephrosia vogelii leaf and their mixtures against Crocidolomia pavonana. Cropsaver. 2020; 3:68-75. DOI
- Ramadhan R.A.M., Firmansyah E.. Bioaktivitas ekstrak bunga Sphagneticola trilobata terhadap ulat grayak jagung Spodoptera frugiperda J.E. Smith. Cropsaver. 2020; 3:37-41. DOI
- Rodrigues A.M., Silva A.A.S., Pinto C.C.C., Santos D.L., Freitas J.C.C., Martins V.E.P., Morais S.M.. Larvicidal and enzymatic inhibition effects of Annona muricata seed extract and main constituent annonacin against Aedes aegypti and Aedes albopictus (Diptera: Culicidae. Pharmaceuticals. 2019; 12:1-12. DOI
- Rohimatun Yuiani S., IW Winasa, Dadang. Efficacy of selected Piperaceae, Asteraceae, and Zingiberaceae plant extracts against Helopeltis antonii Sign. ISSAAS. 2020; 26:145-157.
- Sartiami D., Dadang Harahap, IS Kusumah, YM Anwar, R.. First record of fall armyworm (Spodoptera frugiperda) in Indonesia and its occurence in three provinces. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 2020; 468(012021)DOI
- Scott I.M., Jensen H.R., Philogene B.J.R., Arnason J.T.. A review of Piper spp. (Piperaceae) phytochemistry, insecticidal activity and mode of action. Phytochemistry Reviews. 2008; 7:65-75. DOI
- Sparks A.N.. A review of the biology of the fall armyworm. The Florida Entomologist. 1979; 62:82-87. DOI
- Subsuebwong L.T., Attrapadung S., Potiwat R., Srisawat R., Komalamisra N.. Insecticidal activities of Piper retrofractum extracts against Aedes aegypti and Culex quinquefasciatus (Diptera: Culicidae. The National and International Graduate Research Conference. IBMO2. 2016.
- Sun Hu, CX Jia, HR Wu, QL Shen, XJ Zhao Sy, Jiang Y.Y., Wu K.M.. Case study on the first immigration of fall armyworm, Spodoptera frugiperda invading into China. Journal of Integrative Agriculture. 2021; 20:664-672. DOI
- Supartha I.W., Susila I.W., AAAAS Sunari, Mahaputra I.G.F., Yudha I.K.W., Wiradana P.A.. Damage characteristics and distribution patterns of invasive pest, Spodoptera frugiperda (J.E. 2021. DOI
- Trindade R.C.P., Souza Luna J., Lima M.R.F., Silva P.P., Santana A.E.G.. Larvicidal activity and seasonal variation of Annona muricata (Annonaceae) extract on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae. Revista Colombiana de Entomología. 2011; 37:223-227. DOI
- Trisyono Y.A., Suputa S., Aryuwandari V.E.F., Hartaman M., Jumari J.. Occurrence of heavy infestation by the fall armyworm Spodoptera frugiperda, a new alien invasive pest, in corn Lampung Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanam Indones. 2019; 23:156-160. DOI
- Yongkhamcha B., Indrapichate K.. Insecticidal efficacy of mintweed, yam bean and celery seed extracts on Aedes aegypti L. International Journal of Agriculture Sciences. 2012; 4:207-212. DOI
- Zhang D., Xiao Y.T., Xu P.J., Yang X.M., Wu Q.L., Wu K.M.. Insecticide resistance monitoring for the invasive populations of fall armyworm, Spodoptera frugiperda in China. Journal of Integrative Agriculture. 2021; 20:783-791. DOI
Aisah S, Sulistyowati E, Dewi Y, Sari A. 2013. Potensi ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus URB.) sebagai larvisida Aedes aegypti L. Instar III. Kaunia. IX:1–11.
Ambarningrum TB, Setyowati EA, Susatyo P. 2012. Nutrisi serta terhadap struktur membran peritrofik larva instar V Spodoptera litura F. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 12:169–176. DOI: https://doi.org/10.23960/j.hptt.212169-176.
Arimbawa ID, Martiningsih GE, Javandira C. 2018. Uji potensi daun sirsak (Annona muricata L) untuk mengendalikan hama ulat krop (Crocidolomia pavonana F). Agrimeta. 8:60–71.
Basukriadi A, Wilkins RM. 2014. Oviposition deterrent activities of Pachyrhizus erosus seed extract and other natural products on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae). Journal of Insect Science. 14:244. DOI: https://doi.org/10.1093/jisesa/ieu106.
[CABI] Centre for Agriculture and Bioscience International. 2019. Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm). Wallingford: CABI; Available at: http://www.cabi.org./isc/datasheet/29810#. [accessed 26 Agustus 2022].
Coria-Tellez AV, Montalvo-Gonzalez E, Yahia EM, Obledo-Vazquez EN. 2016. Annona muricata: A comprehensive review on its traditional medicinal uses, phytochemicals, pharmacological activities, mechanisms of action and toxicity: Review. Arabian Journal of Chemistry. 11:662–691. DOI: https://doi.org/10.1016/j.arabjc.2016.01.004.
Dadang, Prijono D. 2008. Insektisida Nabati: Prinsip, Pemanfaatan dan Pengembangan. Bogor: IPB University.
Dadang, Prijono D. 2011. Pengembangan teknologi formulasi insektisida nabati untuk pengendalian hama sayuran dalam upaya menghasilkan produk sayuran sehat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 16:100–111.
Desiyanti NMD, Swantara IMD, Sudiarta IP. 2016. Uji efektivitas dan identifikasi senyawa aktif ekstrak daun sirsak sebagai pestisida nabati terhadap mortalitas kutu daun persik (Myzus persicae Suiz) pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Jurnal Kimia. 10:1–6. DOI: http://dx.doi.org/10.24843/JCHEM.2016.v10.i01.p01.
Djojosumarto P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Early R, González-Moreno P, Murphy ST, Day R. 2018. Forecasting the global extent of invasion of the cereal pest Spodoptera frugiperda, the fall armyworm. NeoBiota. 50:25–50. DOI: https://doi.org/10.3897/neobiota.40.28165.
Fathoni MH, Yanuwiadi B, Setyo AL. 2013. The effectiveness of combination mahogany (Swietenia mahogany) seed and sour sup (Annona muricata) leaf pesticide to the time of stop feeding and LC50 mortality on armyworm (Spodoptera litura F.). Journal of Biodiversity and Environmental Science. 3:71–77.
Firmansyah E, Dadang, Anwar R. 2017. Aktivitas insektisida ekstrak Tithonia diversifolia (Hemsl.) a Gray (Asteraceae) terhadap ulat daun kubis Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: Yponomeutidae). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 17:185–193. DOI: https://doi.org/10.23960/j.hptt.217185-193.
Ganiger PC, Yeshwanth HM, Muralimohan K, Vinay N, Kumar ARV, Chandrashekara K. 2018. Occurrence of the new invasive pest, fall armyworm, Spodoptera frugiperda (JE Smith) (Lepidoptera: Noctuidae), in the maize fields of Karnataka, India. Current Science. 115:621–623. DOI: https://doi.org/10.18520/cs/v115/i4/621-623.
Ginting S, Zarkani A, Wibowo RH, Sipriyadi. 2020. New invasive pest, Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) attacking corn in Bengkulu, Indonesia. Serangga. 25:105–117.
Goergen G, Kumar PL, Sankung SB, Togola A, Tamò M. 2016. First report of outbreaks of the fall armyworm Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae), a new alien invasive pest in West and Central Africa. PLoS One. 11:1–9. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0165632.
Hollingworth RM. 2001. Inhibitors and uncouplers of mitrochondrial oxidative phosphorylation. In: Krieger R, Doull J, Ecobichon D, Gammon D, Hdgson et al.. (Eds) Handbook of Pesticide Toxicology. Vol. 2. pp. 1169–1227. San Diego: Academic Press. DOI: https://doi.org/10.1016/B978-012426260-7.50060-4.
Hutasoit RT, Kalqutny SH, Widiarta IN. 2020. Spatial distribution pattern, bionomic, and demographic parameters of a new invasive species of armyworm Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) in maize of South Sumatra, Indonesia. Biodiversitas. 21:3576–3582. DOI: https://doi.org/10.13057/biodiv/d210821.
Indriati G, Dadang, Prijono D. 2015. Aktivitas insektisida ekstrak buah cabai jawa (Piper retrofractum, Piperaceae) terhadap Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae). Jurnal Litrri. 21:33–40. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v21n1.2015.33-40.
Isman MB, Seffrin R. 2014. Natural insecticides from the Annonaceae: A unique example for developing biopesticides. In: Singh D (Ed.) Advances in Plant Biopesticides. p. 21–33. New Delhi: Springer. DOI: https://doi.org/10.1007/978-81-322-2006-0_2.
Jannah R, Husni MA, Nursanty R. 2017. Inhibition test of methanol extract from soursop leaf (Annona muricata Linn) against Streptococcus mutans bacteria. Jurnal Natural. 17:23–30. DOI: https://doi.org/10.24815/jn.v17i1.6823.
Johari A, Tangngareng T, Dewi RS, Natalia D, Setia HA, Tomy M. 2019. Effect of Pachyrizus erosus extract on the thrips attack Phenomenon (Thripidae) in Capsicum annuum L. leaves. Online Journal of Biological Sciences. 19:15–19. DOI: https://doi.org/10.3844/ojbsci.2019.15.19.
Kikuzaki H, Kawabata M, Ishida E, Akazawa Y, Takei Y, Nakatani N. 1993. LC-MS analysis and structural determination of new amides from Javanese long pepper (Piper retrofractum). Bioscience Biotechnology and Biochemistry. 57:1329–1333. DOI: https://doi.org/10.1271/bbb.57.1329.
Leatemia JA, Isman MB. 2004. Insecticidal activity of crude seed extracts of Annona spp., Lansium domesticum and Sandoricum koetjape against Lepidoteran larvae. Phytoparasitica. 32:32–37. DOI: https://doi.org/10.1007/BF02980856.
Lestari P, Budiarti A, Fitriana Y, Susilo F, Swibawa IG, Sudarsono H, Suharjo R, Hariri AM, Purnomo, Nuryasin, Solikhin, Wibowo L, Jumari, Hartaman M. 2020. Identification and genetic diversity of Spodoptera frugiperda in Lampung Province, Indonesia. Biodiversitas. 21:1670–1677. DOI: https://doi.org/10.13057/biodiv/d210448.
Luginbill, Philip, 1928. The Fall Army Worm. Technical Bulletins 156281. Urbana-Champaign: United States Department of Agriculture, Economic Research Service.
Maharani Y, Dewi VK, Puspasari LT, Rizkie L, Hidayat Y, Dono D. 2019. Cases of fall army worm Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) attack on maize in Bandung, Garut and Sumedang Distric, West Java. Jurnal Cropsaver. 2:38–46. DOI: https://doi.org/10.24198/cropsaver.v2i1.23013.
Mahat K, Mitchell A, Zangpo T. 2021. An updated global COI barcode reference data set for fall armyworm (Spodoptera frugiperda) and first record of this species in Bhutan. Journal of Asia Pacific Entomology. 24:105–109. DOI: https://doi.org/10.1016/j.aspen.2020.11.013.
Miyakado M, Nakayama I, Ohno N. 1989. Insecticidal unsaturated isobutylamides from natural products to agrochemical leads. In: Arnason JT, Philogene BJR, Morand P (Eds.). Insecticides of Plant Origin. pp. 173–187 Washington DC: ACS. DOI: https://doi.org/10.1021/bk-1989-0387.ch013.
Mukkun L, Kleden YL, Simamora AV. 2021. Detection of Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) in maize field in East Flores District, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. International Journal of Tropical Drylands. 5:20–26. https://doi.org/10.13057/tropdrylands/t050104.
Mustika AA, Hadi UK, Wardhana AH, Rahminiwati M, Wientarsih I. 2016. The efficacy of larvicides of leaves of yam bean (Pachyrhizus erosus) as botanical insecticides against fly larvae Myiasis Chrysomya bezziana. IOSR Journal of Pharmacy. 6:78–81.
Montezano DG, Specht A, Sosa-Gómez DR, Roque-Specht VF, Sousa-Silva JC, Paula-Moraes SV, Peterson JA, Hunt TE. 2018. Host Plants of Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) in the Americas. African Entomology. 26:286–300. DOI: https://doi.org/10.4001/003.026.0286.
Navik O, Shylesha AN, Patil J, Venkatesan T, Lalitha Y, Ashika TR. 2021. Damage, distribution and natural enemies of invasive fall armyworm Spodoptera frugiperda (J. E. smith) under rainfed maize in Karnataka, India. Crop Protection. 143:105536. DOI: https://doi.org/10.1016/j.cropro.2021.105536.
Nonci N, Kalqutny SH, Mirsam H, Muis A, Azrai M, Aqil M. 2019. Pengenalan Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda J.E Smith) Hama Baru pada Tanaman Jagung di Indonesia. Maros: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Phambala K, Tembo Y, Kasambala T, Kabambe VH, Stevenson PC, Belmain SR. 2020. Bioactivity of common pesticidal plants on fall armyworm larvae (Spodoptera frugiperda). Plants. 9:1–10. DOI: https://doi.org/10.3390/plants9010112.
Predes RC. De Souza J. Ferreira M, Pedro P, Goulart. 2011. Larvicidal activity and seasonal variation of Annona muricata (Annonaceae) extract on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae). Revista Colombiana de Entomología. 37:223–227. DOI: https://doi.org/10.25100/socolen.v37i2.9078.
Prijono D, Gani MS, Syahputra E. 1997. Insecticidal activity of Indonesian plant extracts of Piper retrofractum fruit and Tephrosia vogelii leaf and their mixtures against Crocidolomia pavonana. Cropsaver. 3:68–75. DOI: https://doi.org/10.24198/cropsaver.v3i2.31305.
Prijono D, Sudiar JI, Irmayetri. 2006. Insecticidal activity of Indonesian plant extracts against the cabbage head caterpillar, Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Pyralidae). ISSAAS. 12:25–34.
Prijono D, Wulan RDR, Ferdi, Saryanah NA. 2020. Insecticidal activity of the extracts of Piper retrofractum fruit and Tephrosia vogelii leaf and their mixtures against Crocidolomia pavonana. Cropsaver. 3:68–75. DOI: https://doi.org/10.24198/cropsaver.v3i2.31305.
Ramadhan RAM, Firmansyah E. 2020. Bioaktivitas ekstrak bunga Sphagneticola trilobata terhadap ulat grayak jagung Spodoptera frugiperda J.E. Smith. Cropsaver. 3:37–41. DOI: https://doi.org/10.24198/cropsaver.v3i2.28790.
Rodrigues AM, Silva AAS, Pinto CCC, dos Santos DL, de Freitas JCC, Martins VEP, de Morais SM. 2019. Larvicidal and enzymatic inhibition effects of Annona muricata seed extract and main constituent annonacin against Aedes aegypti and Aedes albopictus (Diptera: Culicidae). Pharmaceuticals. 12:1–12. DOI: https://doi.org/10.3390/ph12030112.
Rohimatun, Yuiani S, Winasa IW, Dadang. 2020. Efficacy of selected Piperaceae, Asteraceae, and Zingiberaceae plant extracts against Helopeltis antonii Sign. ISSAAS. 26:145–157.
Sartiami D, Dadang, Harahap IS, Kusumah YM, Anwar R. 2020. First record of fall armyworm (Spodoptera frugiperda) in Indonesia and its occurence in three provinces. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 468:012021. DOI: https://doi.org/10.1088/1755-1315/468/1/012021.
Scott IM, Jensen HR, Philogene BJR, Arnason JT. 2008. A review of Piper spp. (Piperaceae) phytochemistry, insecticidal activity and mode of action. Phytochemistry Reviews. 7:65–75. DOI:
https://doi.org/10.1007/s11101-006-9058-5.
Sparks AN. 1979. A review of the biology of the fall armyworm. The Florida Entomologist 62:82–87. DOI: https://doi.org/10.2307/3494083.
Subsuebwong LT, Attrapadung S, Potiwat R, Srisawat R, Komalamisra N. 2016. Insecticidal activities of Piper retrofractum extracts against Aedes aegypti and Culex quinquefasciatus (Diptera: Culicidae). The National and International Graduate Research Conference. IBMO2.
Sun XX, Hu CX, Jia HR, Wu QL, Shen XJ, Zhao Sy, Jiang YY, Wu KM. 2021. Case study on the first immigration of fall armyworm, Spodoptera frugiperda invading into China. Journal of Integrative Agriculture. 20:664–672. DOI: https://doi.org/10.1016/S2095-3119(19)62839-X.
Supartha IW, Susila IW, Sunari AAAAS, Mahaputra IGF, Yudha IKW, Wiradana PA. 2021. Damage characteristics and distribution patterns of invasive pest, Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) on maize crop in Bali, Indonesia. Biodiversitas. 22:3378–3389. DOI: https://doi.org/10.13057/biodiv/d220645.
Trindade RCP, de Souza Luna J, de Lima MRF, da Silva PP, Santana AEG. 2011. Larvicidal activity and seasonal variation of Annona muricata (Annonaceae) extract on Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae). Revista Colombiana de Entomología. 37:223–227. DOI: http://dx.doi.org/10.25100/socolen.v37i2.9078.
Trisyono YA, Suputa S, Aryuwandari VEF, Hartaman M, Jumari J. 2019. Occurrence of heavy infestation by the fall armyworm Spodoptera frugiperda, a new alien invasive pest, in corn Lampung Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanam Indones. 23:156–160. DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.46455.
Yongkhamcha B, Indrapichate K. 2012. Insecticidal efficacy of mintweed, yam bean and celery seed extracts on Aedes aegypti L. International Journal of Agriculture Sciences. 4:207–212. DOI: https://doi.org/10.9735/0975-3710.4.3.207-212.
Zhang D, Xiao YT, Xu PJ, Yang XM, Wu QL, Wu KM. 2021. Insecticide resistance monitoring for the invasive populations of fall armyworm, Spodoptera frugiperda in China. Journal of Integrative Agriculture. 20:783–791. DOI: https://doi.org/10.1016/S2095-3119(20)63392-5.
Copyright (c) 2024 Melia Agustini, Dewi Sartiami, Dadang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









