Dinamika populasi dan interaksi populasi Scirpophaga incertulas (Walker) dengan Cnaphalocrosis medinalis (Guénee) pada pertanaman padi di Karawang, Jawa Barat

The population dynamic and interaction Scirpophaga incertulas (Walker)’s with Cnaphalocrosis medinalis (Guenee) in rice plantation in Karawang, West Java

amensalism light trap population interaction sex ratio symbiosis

Authors

  • Flavia Devi Anggraeni
    flaviadevi98@gmail.com
    Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agroteknopreneur dan Agraria, Universitas Nusa Bangsa, Jalan Kh. Sholeh Iskandar, Bogor 16166, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0009-0007-7179-9015
  • Ruly Anwar Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Kamper Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia, Indonesia
  • Endang Sri Ratna Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Kamper Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia, Indonesia
December 27, 2025
December 29, 2025

Larva Scirpophaga incertulas (Walker) seringkali menyerang tanaman padi pada fase vegetatif tumpang tindih dan berkompetisi dengan larva Cnaphalocrosis medinalis (Guénee) di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah populasi, nisbah kelamin, dan interaksi  spesies S. incertulas dan C. medinalis pada lahan yang sama. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Populasi ngengat dikoleksi menggunakan perangkap lampu plastik mika berperekat, dan dimulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB selama tiga hari berseling saat ketika puncak penerbangan ngengat di fase persemaian, anakan maksimum, dan padi bunting. Interaksi populasi antar spesies S. incertulas dan C. medinalis diperoleh dari pengamatan gejala kerusakan tanaman padi di lahan percobaan. Gejala serangan kedua spesies diamati dua minggu sekali, dimulai dari tanaman berusia 14 HST hingga 70 HST. Total populasi ngengat S. incertulas dan C. medinalis yang terperangkap berturut-turut paling tinggi 68 individu pada fase anakan maksimum dan 29 individu pada fase persemaian dengan nisbah kelamin 1:2,55 dan 1,8:1. Hasil analisis regresi linier berganda antara intensitas serangan S. incertulas dengan umur tanaman terhadap serangan C. medinalis diperoleh hubungan negatif antar variabel, ditunjukkan dengan persamaan Y = 0,1012- 0,0239X1-0,001124X2. Interaksi serangan S. incertulas terhadap C. medinalis dikategorikan sebagai amensalisme.