Potensi ekstrak maggot lalat tentara hitam Hermetia illucens (Linnaeus) dalam regulasi mekanisme antioksidan selular dan antiradang: Kajian in silico

The potential of black soldier fly Hermetia illucens (Linnaeus) maggot extracts in the regulation of cellular antioxidant and anti-inflammatory mechanisms: In silico study

Authors

  • Sulistiyani Departemen Biokimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Indonesia
  • Muhamad Fajar Firdaus Departemen Biokimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Indonesia
  • Ria Heni Sigiro Departemen Biokimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Indonesia
  • Abdjad Asih Nawangsih Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University, Indonesia
  • Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto Departemen Biokimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Indonesia
  • Dimas Andrianto Departemen Biokimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.5994/jei.20.3.223

Keywords:

molecular docking, NF-kappa B kinase inhibitor, NRF2 activator, vegetable waste

Abstract

The potential of black soldier fly (Hermetia illucens (Linnaeus), BSF) maggots as the source of biopharmaca, has not been extensively studied. This research aimed to identify bioactive compunds in BSF maggot extract that potentially activate antioxidant signaling mechanism. BSF maggots fed with vegetable waste were extracted based on maceration method with water, methanol, and acetone as solvents. Forty bioactive compounds were identified by liquid chromatography-mass spectrometry: 15 were in the aqueous extract, 13 were from methanolic extract, and 12 were in the acetone extract. Most of those compounds (90%) were having high bioavailability score (= 0.55 or more) and relatively low toxicity (500 mg/Kg<LD50<5000mg/Kg BW). Molecular docking predicted that there were 26 bioactive compounds potential to activate cellular antioxidant signaling through activation of NRF2 transcription factor, better than the commercial NRF2 activator. The aqueous extract compound with PubChem CID: 73775828 was the best one that inhibited NRF2 signaling by binding to Keap-1 protein (PDB ID: 6FFM) with Gibbs free energy (ΔG) = -6.08 Kcal/mol and dissociation constant (Kd) = 3.58 í— 10-5 µM. Whereas inhibition of inflammation via NF-kappa B signaling was shown by an aqueous extract compound verpacamide A which bound inhibitor NF-kappa B kinase (IKK2) (PDB ID: 4KIK) with ΔG = -5.024 kcal/mol; Kd = 0.207 í— 103 µM. This potency was better than that of aspirin. In conclusion, BSF maggot extracts are source of biopharmaca with potential cellular antioxidant and anti-inflammatory activity.

Downloads

Download data is not yet available.

PENDAHULUAN

Hermetia illucens (Linnaeus) atau yang lebih dikenal dengan sebutan black soldier fly (BSF) merupakan salah satu serangga asal Benua Amerika yang telah dikembangkan sebagai teknologi biokonversi limbah organik menjadi produk pupuk kompos (Čičková et al., 2015). Pemanfaatan tersebut makin populer karena serangga ini bukan hama sehingga relatif aman jika ditinjau dari segi kesehatan manusia (Li et al., 2011). Larva (maggot) BSF banyak digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan nutrisi yang baik antara lain protein 44,26%, lemak 29,65%, dan beberapa mineral Mn, Zn, Cu, P, Ca, Mg, Na, dan K (Wardana, 2016). Selain protein dan lemak, maggot BSF mengandung pula komponen biologis aktif yang bersifat antioksidan, antimikroba, dan modulator kekebalan pada hewan (Mlcek et al., 2014)(Lee et al., 2018)(Silva et al., 2018)(Vogel et al., 2018)(Rabani et al., 2019). Minyak maggot BSF, terutama asam laurat, menunjukkan aktivitas antibakteri (Zeitz et al., 2015)(Schiavone et al. 2017). Zat bioaktif potensial dari ekstrak air maggot BSF mampu meningkatkan ekspresi peptida antimikroba (antimicrobial peptide, AMP) (Muller et al., 2017). Penelitian (Kim et al., 2020) menunjukkan bahwa kapasitas antioksidan total (berdasarkan kemampuan reduksi Cu2+ menjadi Cu+) dari minyak maggot BSF sebesar 1,32 mmol/l lebih tinggi dibandingkan dengan minyak jagung dan minyak kelapa.

Ekstrak maggot dari larva Lucilla seriata Meigen (sejenis lalat rumah) dilaporkan mampu menekan peradangan dan stres oksidatif dalam studi menggunakan kultur sel makrofag RAW246.7 dan studi in vivo menggunakan hewan model mencit untuk penyakit radang usus besar (colitis) (Wang et al., 2019). Mekanisme ekstrak larva lalat tersebut dilaporkan memengaruhi regulasi ekspresi nuclear factor-erythroid-2 related factor (NRF2) (Wang et al., 2021). Faktor transkripsi NRF2 ini pada gilirannya mengendalikan ekspresi gen berbagai enzim antioksidan, seperti glutation peroksidase, katalase, dan superoksida dismutase (SOD) (Tong et al., 2006)(He et al., 2020). Maggot BSF juga mengandung senyawa flavonoid (Shumo et al., 2019). Senyawa flavonoid, seperti kuersetin, kaempferol, dan lainnya dilaporkan memiliki sifat anti-inflamasi dengan menghambat nuclear factor-kappa B (NF-kB) secara in vivo dan in vitro (Choy et al., 2019). Hal ini membuka peluang pengembangan maggot BSF sebagai sumber bahan alami untuk kesehatan hewan atau manusia khususnya dalam menanggulangi penyakit degeneratif/noninfeksius akibat stres oksidatif.

Potensi ekstrak maggot BSF, khususnya yang diberi pakan limbah pertanian, dalam pengendalian aktivitas NRF2 terkait stres oksidatif maupun persinyalan NF-kB dalam peradangan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa dalam ekstrak maggot BSF yang berpotensi mengaktifkan mekanisme persinyalan antioksidan seluler melalui penghambatan asosiasi NRF2 dengan protein regulator negatifnya, yaitu Kelch-like ECH associated protein 1 (Keap-1), dan penghambatan aktivitas enzim inhibitor NF-kB kinase (IKK2) yang berperan dalam regulasi persinyalan radang via aktivasi NF-kB. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapatnya senyawa aktif yang dapat menghambat asosiasi NRF2 dengan protein Keap-1 terkait respons antioksidan dan yang menghambat enzim IKK2 terkait antiperadangan. Informasi tentang senyawa aktif pada ekstrak maggot BSF yang menghambat asosiasi Keap-1/NRF2 dan aktivitas enzim IKK2 secara molekuler menjadi dasar kajian untuk mendukung pemanfaatan maggot BSF sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi alami.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilaksanakan di Rumah Maggot dusun Gunung Batu, Desa Sindangjaya, Cipanas, Kabupaten Cianjur dan di Laboratorium Biokimia, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University. Analisis senyawa metabolit menggunakan instrument LC-MS/MS yang terdapat di Pusat Laboratorium Forensik (Sentul, Bogor). Penelitian dimulai dari bulan Januari sampai Agustus 2022.

Pembiakan maggot BSF

Larva (maggot) diperbanyak dari lalat BSF yang dikembangbiakkan dalam kandang berukuran 2 m × 3 m dengan rerata temperatur ruangan 14–17 °C Gambar 1. Setelah lalat BSF bertelur (± membutuhkan waktu 2 minggu), telur ditetaskan di bak penampungan (3–4 hari). Selanjutnya, maggot dipelihara dengan pemberian substrat limbah pertanian berupa cacahan sisa sayur- mayur, seperti tomat, seledri, pakcoy, kembang kol, brokoli, dan wortel dan sisa parutan kelapa selama 18–21 hari hingga fase pra-pupa Gambar 2.

Pembuatan simplisia, analisis proksimat, dan ekstraksi bertingkat tepung maggot BSF

Maggot BSF dibekukan dalam freezer selama 24 jam, lalu dikering-anginkan pada suhu ruang (27–28 °C). Sebanyak 1,237 g maggot BSF dikeringkan dalam oven 60 ℃ selama 24 jam lalu diserbukkan dan diperoleh tepung simplisia sebanyak 202,32 g. Analisis proksimat tepung maggot BSF dilakukan di Laboratorium Terpadu, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB University. Selanjutnya, simplisia diekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan 3 macam pelarut, yaitu aseton, metanol, dan akuades (Yantina, 2016). Semua filtrat hasil maserasi dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator pada suhu 50 ℃.

Analisis LC-MS/MS

Ekstrak maggot BSF dianalisis menggunakan ultra performance liquid chromatography (UPLC) dan tandem mass spectrometry (MS/MS) sesuai metode (Muchammad, 2019). Kromatografi menggunakan kolom jenis C18 HSS berukuran 1,8 μm 2,1 x 100 mm), suhu kolom 50 ℃ dengan fase geraknya air + ammonium format 5 mM- acetonitril (A) + 0,05% asam format (B), dan laju alir: 0,2 ml/menit selama 23 menit. Sampel yang telah disaring dengan filter 0,2 μm diinjeksi sebanyak 5 μl. Sistem MS yang digunakan, ialah electrospray ionization (positive mode) dengan rentang analisis 50–1200 m/z, suhu sumber 100 ℃, suhu desolvasi 350 ℃, cone gas flow 0 l/jam, desolvation gas flow: 793 l/jam, collision energy: 4 volt (energi rendah), dan rampt collision energy: 25–60 volt (energi tinggi).

Gambar 1.Kondisi kandang maggot black soldier fly (BSF). A: area perkembangan BSF dewasa dan penetasan telur; B: tempat BSF dewasa meletakkan telur; dan C: lalat BSF dewasa.(The black soldier fly maggot (BSF) cage. A: area for egg hatching and developmental into mature BSF; B: place where the adult BSF lays eggs; C: adult BSF.)

Gambar 2.Maggot black soldier fly berumur 18–21 hari.(Black soldier fly maggots of 18–21 days-old.)

Preparasi dan analisis stabilitas ligan

Struktur tiga dimensi (3D) ligan diperoleh dari PubChem dengan situs https://pubchem.ncbi.nlm. nih.gov/ berformat (*sdf). Preparasi dilakukan terhadap ligan bawaan (PubChem CID 134823961) hasil kristalografi protein Keap-1 (PDB ID: 6FFM) dan ligan alami yang tertambat pada enzim IKK2 (PDB ID: 4KIK) berupa senyawa sintetik staurosporine (KSA700) (Liu et al., 2013). Untuk ligan pembanding digunakan KI696 (inhibitor Nrf2/Keap-1 komersial) (CID 118170767), dimetil fumarat (antiinflamasi Tecfidera®), TPCA-1 (Presscot et al.2018), aspirin (Frelin et al., 2003), dan wedelolakton (Ali et al., 2016). Ligan uji yang dipakai berasal dari senyawa ekstrak maggot (H. illucens), yaitu 5 macam ligan dari penelusuran pustaka, yaitu luteolin, apegenin, kuersetin, rutin, kaempferol (Shumo et al., 2019), dan 40 ligan uji yang didapatkan dari hasil LC-MS/MS ekstrak maggot BSF. Struktur 3D ligan uji dan pembanding dioptimasi geometrinya pada perangkat lunak YASARA structure Version 19.9.17. Selanjutnya, disimpan dalam format (*pdb) (Jain & Nicholls, 2008).

Preparasi dan analisis stabilitas reseptor

Analisis in silico menggunakan struktur 3D dua macam reseptor, yaitu protein Keap-1 (PDB ID: 6FFM) dan enzim IKK2 (PDB ID: 4KIK). Struktur 3D reseptor diunduh pada situs web Protein Data Bank menggunakan kode akses 6FFM untuk protein Keap-1 (https://doi.org/10.2210/pdb6ffm/ pdb) dan 4KIK untuk enzim IKK2 (https:// doi.org/10.2210/pdb4kik/pdb) dalam format (*pdb). Struktur 3D reseptor tersebut kemudian dibersihkan dari molekul air dan ligan alami yang masih menempel pada strukturnya, atom hidrogen polar ditambahkan menggunakan perangkat lunak YASARA Structure, selanjutnya disimpan dalam bentuk format (*pdb) (Krieger & Vriend, 2015).

Analisis bioavailabilitas dan toksisitas ligan

Analisis bioavailabilitas terhadap seluruh senyawa (ligan) uji dan kontrol/pembanding dilakukan dalam bentuk canonical SMILES pada laman situs web pkCSM (http://biosig.unimelb.edu.au/pkcsm/prediction) dan laman situs web SwissADME (http://www.swissadme.ch). Hasil analisis dapat langsung terlihat pada masing- masing laman situs web (Daina et al., 2017)(Pires et al., 2015). Bioavailabilitas semua senyawa yang teridentifikasi diprediksi secara in silico menggunakan parameter fisikokimiawi, yakni bobot molekul, donor, dan akseptor hidrogen, logP, serta refraktivitas molar ligan sesuai aturan (Lipinski et al., 2012).

Toksisitas ligan uji dianalisis menggunakan situs web ProTox-II (Banerjee et al., 2018). Prediksi dilakukan dengan mengunggah struktur Canonical SMILES ligan pada bagian Tox-Prediction di laman https://tox-new.charite.de/protox_II. Hasil analisis ditampilkan pada laman prediction result dalam parameter absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi (ADME) yang mencakup topology polar surface area (TPSA), kelarutan air, absorpsi gastro intestinal (GI), log kp, dan skor bioavailabilitas sesuai standar ADME.

Penambatan molekuler

Validasi metode. Setelah ligan alami dipreparasi, dilakukan penambatan molekuler untuk validasi gridbox dan kemudian root mean square deviation (RMSD) dihitung menggunakan perangkat lunak AutoDockTools-1.5.7 (Hilman 2010 dengan modifikasi) atau YASARA Structure (Krieger & Vriend, 2015). Ukuran gridbox terbaik digunakan untuk penapisan virtual.

Penapisan virtual dan analisis energi bebas Gibbs. Penapisan virtual untuk menentukan potensi sebagai antioksidan (inhibitor protein Keap-1) menggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6, sedangkan potensi antiinflamasi (inhibitor enzim IKK2) ditentukan dengan YASARA Structure. Hasil penapisan virtual berupa file dalam format (*txt). Hasil penambatan molekul dianalisis melalui parameter energi bebas Gibbs (ΔG/ energi bebas pengikatan), yakni menganalisis afinitas pengikatan dan konstanta disosiasi (Kd) ligan dan reseptor (Durai et al., 2017)(Ali et al., 2020). Visualisasi 3D dilakukan menggunakan perangkat lunak PyMOL.

HASIL

Simplisia dan identifikasi senyawa bioaktif ekstrak maggot BSF

Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa tepung maggot BSF memiliki bobot kering sebesar 91,61%, kadar abu 8,41%, protein kasar 34,70%, serat kasar 7,56%, lemak kasar 40,91%, dan beta-N 0,03%. Hasil analisis LC-MS/MS terhadap ekstrak maggot BSF didapatkan 41 senyawa, namun terdeteksi 40 senyawa yang terdiri atas 15 senyawa ekstrak air Tabel 1, 13 senyawa ekstrak asetonTabel 2, dan 12 senyawa ekstrak metanol Tabel 3. Secara umum golongan senyawa yang terbanyak adalah senyawa alkaloid (70%) dan sisanya beragam senyawa derivat lipid dan alkohol rantai panjang.

Prediksi bioavailabilitas dan toksisitas

Skor bioavailabilitas menunjukkan bahwa untuk semua ligan nilainya berkisar 0,17–0,85 dengan mayoritas skor bioavailabilitas = 0,55 Tabel 4, artinya semua senyawa memiliki skor bioavailabilitas di atas 0,10 sehingga diprediksi dapat menjadi kandidat antioksidan dan obat anti-inflamasi yang efektif jika memenuhi syarat keamanan melalui prediksi toksisitas. Meskipun demikian, berdasarkan karakteristik fisikokimiawi terdapat satu senyawa yang tidak memenuhi persyaratan karena melanggar lebih dari 2 aturan Lipinski, yaitu suatu senyawa alkaloid pada ekstrak air dengan formula C39H75N5O9 (PubChem ID 22819456). Senyawa ini juga termasuk salah satu dari 3 senyawa yang tidak memenuhi standar ADME karena tidak memenuhi standar TPSA (226,77 Ų), tidak larut air, absorpsi GI rendah, dan log kp negatif (-6,84 cm/s). Dua senyawa lainnya adalah satu senyawa alkaloid pada ekstrak aseton (C27H47N3O6S, PubChem ID11082109) dengan TPSA = 279,75 Ų, absoprsi GI rendah, sangat larut air, dan log kp sangat negatif (-14,47 cm/s) dan satu senyawa alkohol rantai panjang pada ekstrak metanol (C24H48O3, PubChem ID16320 5262) memiliki TPSA = 142,21 Ų, cukup larut dengan air, absorpsi GI rendah, dan log kp negatif (-6,99 cm/s).

Toksisitas senyawa ekstrak maggot BSF diprediksi melalui parameter kardiotoksisitas berupa inhibisi kanal kalium Human Ether-à-go- go-Related Gene (hERG) jantung, karsinogenitas, dan toksisitas oral akut. Terdapat total 16 senyawa terkonfirmasi sebagai senyawa toksik karena tidak lolos uji kardiotoksisitas dan karsinogenitas, yaitu masing-masing 6 senyawa pada ekstrak air dan 5 senyawa pada ekstrak aseton, serta 5 senyawa pada ekstrak metanolTabel 4. Sementara itu, analisis toksisitas berdasarkan toksisitas oral akut (LD50) memperlihatkan bahwa semua senyawa yang teridentifikasi tidak ada yang masuk kategori sangat toksik. Mayoritas senyawa ekstrak maggot BSF masuk kategori III/toksisitas rendah, dengan persentase pada ekstrak air, aseton, dan metanol berturut-turut adalah 73%, 75%, dan 69%Tabel 4. Terdapat masing-masing 2 senyawa dalam ekstrak air dan aseton dengan toksisitas sedang/kategori II, sedangkan pada ekstrak metanol selebihnya adalah senyawa tidak toksik/kategori IV (LD50 ≥ 5000 mg/kg). Prediksi toksisitas sejumlah kontrol menunjukkan bahwa beberapa ligan kontrol, yaitu KI690, dimethyl fumarate (DMF), dan aspirin masuk kategori toksisitas sedang (Data tidak ditampilkan).

No.

Waktu retensi (menit)

(Retention time/Rt) (minute)

Bobot terhitung (Calculated

mass)

Golongan senyawa (Compound group)

Rumus kimia

(Chemical formula)

Nama senyawa/PubChem CID

(Compound name/PubChem CID)

1.

2,512

120,0813

Alkaloid

C8 H9 N

N-ethenylaniline

2.

1,633

137,0463

Alkaloid

C5 H4 N4 O

Isoxazolo[5,4-D]pyrimidin-4-amine

3.

3,517

188,0712

Alkaloid

C11 H9 N O2

1-Naphthyl carbamate

4.

9,844

216,1964

Alkaloid

C12 H25 N O2

Butoctamide

5.

11,581

244,2277

Alkaloid

C14 H29 N O2

N-(2-Hydroxyethyl) dodecanamide

6.

1,985

254,1617

Alkaloid

C11 H19 N5 O2

Verpacamide A

7.

15,644

439,3787

Wax

C27 H50 O4

91722024

8.

15,694

439,3801

Alkaloid

C28 H46 N4

101885348

9.

16,046

465,3944

Sterol

C29 H52 O4

146760

10.

18,063

467,4114

Alkaloid

C30 H50 N4

142527989

11.

10,723

478,2441

Naphthalenone

C25 H35 N O8

73775828

12.

18,394

493,4257

Sterol

C31 H56 O4

53318176

13.

15,033

537,4519

Wax

C33 H60 O5

134768022

14.

15,251

537,4532

Alkaloid

C34 H56 N4 O

58770928

15.

17,753

758,5643

Acyl Amine

C39 H75 N5 O9

22819456

16.

4,571

1097,6557

-

C47 H80 N22 O9

Unknown

Tabel 1.Kandungan senyawa bioaktif ekstrak air maggot black soldier fly(Bioactive compounds in water extract of black soldier fly maggot)
No.

Waktu retensi (menit)

(Retention time/Rt) (minute)

Bobot terhitung (Calculated mass)

Golongan senyawa (Compound

group)

Rumus kimia

(Chemical formula)

Nama senyawa/PubChem CID

(Compound name/PubChem CID)

1. 1,261

108,0813

Alkaloid

C7 H9 N

1-(prop-2-en-1-yl)-1H-pyrrole

2. 7,785

138,0919

Alkaloid

C8 H11 N O

N-(2-furylmethyl) cyclopropanamine

3. 1,407

138,1283

Alkaloid

C9 H15 N

N-(prop-2-yn-1-yl) cyclohexanamine

4. 9,141

170,0606

Benzofuran

C11 H8 N O

Benzofuro[3,2-b]pyridine

5.

13,409

184,0722

Alkaloid

C7 H9 N3 O3

2,3-Dihydro-2-ethyl-6- nitroimidazo(2,1-b)oxazole

6. 4,705

188,1439

Alkaloid

C13 H17 N

2,2,4,6-Tetramethyl-1,2-

dihydroquinoline

7.

18,176

226,2171

Alkaloid

C14 H27 NO

395324

8.

10,794

227,2011

Wax

C14 H26 O2

Citronellyl butyrate

9.

11,384

286,2746

Sphingolipid

C17 H35 N O2

C17 Sphingosine

10.

13,535

307,2637

Fatty acid

C20 H35 O2

5,8,14-Eicosatrienoic acid

11.

15,096

326,3059

Alkaloid

C20 H39 N O2

n-Oleoylethanolamine

12.

16,130

328,3216

Alkaloid

C20 H41 N O2

N-(2-Hydroxyethyl)

octadecanamide

13

12,572

542,3264

Alkaloid

C27 H47 N3O6 S

11082109

Tabel 2.Kandungan senyawa bioaktif ekstrak aseton maggot black soldier fly(Bioactive compounds in acetone extract of black soldier fly maggot)

No.

Waktu retensi (menit)

(Retention time/Rt) (minute)

Bobot terhitung (Calculated mass)

Golongan senyawa (Compound

group)

Rumus kimia

(Chemical formula)

Nama senyawa/PubChem CID

(Compound name/PubChem CID)

1.

1,520

148,1126

Alkaloid

C10 H13 N

Actinidine

2.

10,288

184,0722

Alkaloid

C7 H9 N3 O3

72494

3.

8,789

240,2327

Alkaloid

C15 H29 N O

Tetradecyl isocyanate

4.

11,673

244,2277

Alkaloid

C14 H29 N O2

8899

5.

15,117

265,2531

Long-chain alcohol

C18 H32 O

6436081

6.

9,844

357,2866

Alkaloid

C18 H36 N4 O3

Lauroyl arginine

7.

12,087

366,3484

Alkaloid

C22 H43 N3 O

101975560

8.

14,640

385,3682

Long-chain alcohol

C24 H48 O3

163205262

9.

16,264

396,3478

Alkaloid

C24 H45 N O3

Semiplenamide E

10.

12,552

413,3492

Alkaloid

C22 H44 N4 O3

Palmitoyl arginine

11.

13,585

522,3615

Alkaloid

C22 H47 N7 O7

101235998

12.

17,205

550,6291

Alkaloid

C38 H79 N

3-hexadecyl-N- propylnonadecan-1-amine

Tabel 3.Kandungan senyawa bioaktif ekstrak metanol maggot black soldier fly(Bioactive compounds in methanolic extract of black soldier fly maggot)
No.

Nama/Kode senyawa

(Compund name/Code)

Skor bioavailabilitas

(Bioavailability score)

Inhibisi hERG

(hERG inhibition)

Karsinogenitas

(Carcinogenicity)

Toksisitas oral akut (Acute oral toxicity) (LD50)

Ekstrak air (Water extract)

1.

58770928**

0,17 Kuat (Strong)

NK

III

2.

142527989**

0,55 Kuat (Strong)

NK

II

3.

73775828

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

4.

53318176

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

5.

1-Naphthyl carbamate**

0,55 Lemah (Weak)

K

III

6.

Verpacamide A

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

7.

146760

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

8.

101885348**

0,55 Kuat (Strong)

NK

II

9.

1415476**

0,55 Lemah (Weak)

K

III

10.

91722024

0,55 Lemah (Weak)

NK

IV

11.

134768022

0,17 Lemah (Weak)

NK

IV

12.

8899

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

13.

Butoctamide

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

14.

N-ethenylaniline

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

15.

22819456**

0,17 Kuat (Strong)

NK

III

Ekstrak aseton (Acetone extract)

16.

C17 Sphingosine**

0,55 Kuat (Strong)

NK

III

17.

5,8,14-Eicosatrienoic acid

0,85 Lemah (Weak)

NK

IV

18.

2,2,4,6-Tetramethyl-1,2-

dihydroquinoline

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

19.

Benzofuro[3,2-b]pyridine

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

20.

3-(tert-Butylamino)-1,7,7- trimethylbicyclo[2.2.1] heptan-2-ol

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

21.

N-(2-Hydroxyethyl)

octadecanamide

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

22.

Citronellyl butyrate

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

23.

11082109**

0,55 Kuat (Strong)

NK

III

24.

2,3-Dihydro-2-ethyl- 6-nitroimidazo(2,1-b) oxazole**

0,55 Lemah (weak)

K

III

25.

N-(prop-2-yn-1-yl) cyclohexanamine

0,55 Lemah (Weak)

NK

II

26.

N-(2-furylmethyl) cyclopropanamine

0,55 Lemah (Weak)

NK

III

27.

n-Oleoylethanolamine**

0,55 Lemah (Weak)

K

IV

28.

1-(prop-2-en-1-yl)-1H-

pyrrole**

0,55 Lemah (Weak)

K

II

Ekstrak metanol (Methanol extract)

29.

Tetradecyl isocyanate

0,55

Lemah (Weak)

NK

III

30.

1-(1-Lauroylamino

ethyl)-2-pentyl-2- imidazoline**

0,55

Kuat (Strong)

NK

III

31.

3-hexadecyl-N- propylnonadecan-1- amine**

0,17

Kuat (Strong)

NK

III

32.

9,12,15-Octadecatrien-1- ol, (9Z,12Z,15Z)-**

0,55

Kuat (Strong)

NK

IV

33.

2,3-Dihydro-2-ethyl- 6-nitroimidazo(2,1-b) oxazole**

0,55

Lemah (Weak)

K

III

34.

Palmitoyl arginine

0,55

Lemah (Weak)

NK

III

35.

163205262

0,55

Lemah (Weak)

NK

IV

36.

Actinidine

0,55

Lemah (Weak)

NK

III

37.

Semiplenamide E**

0,55

Lemah (Weak)

K

III

38.

N-(2-Hydroxyethyl)

dodecanamide

0,55

Lemah (Weak)

NK

III

39.

Lauroyl arginine

0,55

Lemah (Weak)

NK

III

40.

101235998

0,17

Lemah (Weak)

NK

IV

Tabel 4.Bioavailabilitas dan analisis toksisitas ekstrak maggot black soldier fly(Bioavailability and toxicity analyses of black soldier fly maggot extracts)

Penapisan virtual senyawa aktif berpotensi antioksidan dan antiinflamasi

Penapisan virtual terhadap 26 ligan uji yang lolos uji toksisitas Tabel 6 dengan metode penambatan molekuler terhadap protein Keap-1 menunjukkan bahwa inhibitor NRF2/Keap-1 KI696 adalah senyawa paling berpotensi meng- aktifkan mekanisme antioksidan selular, bahkan lebih baik dari ligan hasil kristalografi, dengan nilai energi bebas Gibbs (ΔG) tertinggi, yakni sebesar -8,07 kkal/mol dan nilai konstanta disosiasi (Kd) = 2,56 × 10-5 µM (Tabel 5). Visualisasi secara 3-D memprediksi posisi KI696 yang berikatan memenuhi area sisi aktif protein Keap-1 sehingga berpotensi akan menghalangi asosiasi Keap-1 dengan NRF2 Gambar 3. Sementara itu, senyawa DMF yang merupakan anti-inflamasi komersil dapat menghambat aktivasi NRF2 dengan menghasilkan ΔG yang relatif lebih kecil (-3,74 kkal/mol) dan Kd yang lebih besar (5,32 × 10-5 µM). Hal ini terlihat dari posisi ligan yang menempati sisi aktif protein Keap-1 di bagian tengah sisi aktif saja Gambar 3. Semua senyawa flavonoid yang menjadi ligan pembanding terbukti berpotensi sebagai antioksidan (ΔG antara -5,35 hingga -4,05 kkal/mol dan nilai Kd antara 4,05 × 10-5 hingga 5,05 × 10-5 µM). Sementara, semua ligan uji dari ekstrak air, aseton, dan metanol menunjukkan potensi sebagai antioksidan yang lebih baik daripada DMF Tabel 6, kecuali satu senyawa alkaloid dari ekstrak metanol (PubChem ID 101235998) yang bernilai ΔG lebih kecil daripada DMF. Gambar 4 memperlihatkan visualisasi 3-D dari senyawa paling potensial sebagai inhibitor Keap-1, yaitu suatu senyawa naphtalenone dalam ekstrak air maggot BSF, yaitu methyl 2-[[(1S,2R,4aS,5R,8aS)-2-acetyloxy-5- [(2E)-2-[(4S)-4-hydroxy-2-oxooxolan-3-ylidene] ethyl]-1,4a-dimethyl-6-methylidene 3,4,5,7,8,8a- hexa hydro- 2H- naphthalene-1-carbonyl] amino] acetate (Pubchem ID73775828).

Adapun potensi antiinflamasi yang diprediksi melalui penambatan molekuler ligan uji pada enzim IKK2 menunjukkan bahwa ligan alami IKK2, yaitu staurosporine (KSA700) memiliki nilai ΔG yang tertinggi, yaitu sebesar -9.054 kkal/mol dan nilai Kd sangat kecil (0,00023 ×103 µMTabel 7 . Gambar 5A memperlihatkan visualisasi 3-D dari posisi KSA700 yang berikatan memenuhi area sisi aktif enzim IKK2 sehingga berpotensi akan menghalangi asosiasi enzim IKK2 dengan NF- kappaB. Sementara, kontrol aspirin bernilai ΔG lebih rendah, yaitu -4.284 kkal/mol dan Kd sebesar 0,724 × 103 µM, sedangkan kaemferol, kuersetin, dan apigenin bahkan masih lebih berpotensi sebagai antiinflamasi daripada aspirin. Adapun analisis terhadap 26 ligan uji dari ekstrak BSF menunjukkan bahwa ligan dari ekstrak air yang paling berpotensi antiinflamasi, yaitu naphthyl carbamate (ΔG = -6,945 kkal/mol; Kd = 0,008 × 103 µM)Gambar 5, diikuti oleh verpacamide A (ΔG = -5,024 kkal/mol; Kd = 0,207 × 103 µM)Tabel 8. Senyawa lainnya walau menghasilkan ikatan energi negatif, namun dari nilai Kd yang sangat besar dapat diduga bahwa tidak terdapat interaksi yang kuat antara senyawa tersebut dan enzim IKK2 sehingga bukan antiinflamasi yang potensialTabel 8.

No.

Nama senyawa

(Compund name)

Energi bebas Gibbs (Kkal/mol)

(Gibbs free energy) (Kcal/mol)

Konstanta disosiasi (Constant of dissociation) (µM)

Ligan kontrol (Control ligand)

1.

N-[4-[(5R)-3-sulfanyl-1,2-oxazolidin-5- yl]phenyl]acetamide

-5,61

3,88 × 10-5

2.

KI696

-8,07 2,56 × 10-5

3.

Dimethyl fumarate

-3,74

5,32 × 10-5

Ligan pembanding (Reference ligand)

1.

Luteolin

-5,35

4,05 × 10-5

2.

Apigenin

-5,25

4,12 × 10-5

3.

Kuersetin

-4,64

4,57 × 10-5

4.

Kaempferol

-4,61

4,59 × 10-5

5.

Rutin

-4,05

5,05 × 10-5

Tabel 5.Hasil penambatan molekuler ligan kontrol dan pembanding pada protein Keap-1(Bioavailability and toxicity analyses of black soldier fly maggot extracts)

Gambar 3.Visualisasi 3-dimensi interaksi reseptor Keap-1 dengan ligan pembanding. A: KI696 dan B: DMF.(Three-dimesion visualization of Keap-1 reseptor interation with A: KI696 and B: DMF as comparative ligands.)

No*

Nama senyawa

(Compund name)

Energi bebas Gibbs (Kkal/mol)

(Gibbs free energy) (Kcal/mol)

Konstanta disosiasi (µM)

(Constant of dissociation)

Ekstrak air (Water extract)

3.

73775828

-6,08

3,58 × 10-5

4.

53318176

-6,06

3,60 × 10-5

5.

1-Naphtyl carbamate

-5,44

3,99× 10-5

6.

Verpacamide A

-5,40

4,02 × 10-5

7.

146760

-5,23

4,14 × 10-5

10.

91722024

-4,81

4,44 × 10-5

11.

134768022

-4,61

4,59 × 10-5

12.

8899

-4,41

4,75 × 10-5

13

Butoctamide

-4,35

4,80 × 10-5

14.

N-ethenylaniline

-4,32

4,82 × 10-5

Ekstrak aseton (Acetone extract)

16.

C17 Sphingosine

-6,03

3,61× 10-5

17.

5,8,14-Eicosatrienoic acid

-5,65

3,85 × 10-5

18.

2,2,4,6-Tetramethyl-1,2-dihydroquinoline

-5,38

4,03 × 10-5

19.

Benzofuro[3,2-b]pyridine

-5,22

4,14 × 10-5

20.

3-(tert-Butylamino)-1,7,7- trimethylbicyclo[2.2.1]heptan-2-ol

-5,20

4,16 × 10-5

21.

N-(2-Hydroxyethyl)octadecanamide

-5,18

4,17 × 10-5

22.

Citronellyl butyrate

-5,13

4,21 × 10-5

25.

N-(prop-2-yn-1-yl)cyclohexanamine

-4,71

4,52 × 10-5

26.

N-(2-furylmethyl)cyclopropanamine

- 4,45

4,72 × 10-5

Ekstrak metanol (Methanol extract)

29.

Tetradecyl isocyanate

-5,24

4,13 × 10-5

34.

Palmitoyl arginine

-4,96

4,33 × 10-5

35.

(E)-12,12-dihexoxydodec-3-en-1-ol

-4,91

4,37 × 10-5

36.

Actinidine

-4,77

4,47 × 10-5

38.

N-(2-Hydroxyethyl)dodecanamide

-4,71

4,52 × 10-5

39.

Lauroyl arginine

-4,46

4,71 × 10-5

40.

101235998

-3,42

5,61 × 10-5

Tabel 6.Hasil penambatan molekuler ekstrak maggot black soldier fly pada protein Keap-1(Molecular docking of black soldier fly maggot extract with Keap-1 protein)

Gambar 4.Visualisasi 3-dimensi interaksi antara reseptor Keap-1 dan ligan uji Naphta- lenone 73775828.(Three-dimension visualization of Keap-1 interaction with test ligand Naphtalenone 73775828.)

PEMBAHASAN

No.

Nama senyawa

(Compund name)

Energi bebas Gibbs (Kkal/mol) (Gibbs free energy) (Kcal/mol)

Konstanta disosiasi (Constant of dissociation) (µM × 103)

Ligan kontrol (Control ligand)

1.

KSA700

-9,054

0,00023

2.

Wedelolakton

-5,463

0,098

3.

Aspirin

-4,284*

0,724

4.

TPCA-1

-4,112

0,967

Ligan pembanding (Reference ligand)

1.

Kaempferol

-6,450

0,018

2.

Kuersetin

-5,969

0,042

3.

Luteolin

-4,986

0,221

4.

Apigenin

-3,503

2,71

5.

Rutin

+8,780

0

Tabel 7.Hasil penambatan molekuler ligan kontrol dan pembanding pada enzim IKK(Molecular docking of control ligands on the IKK enzyme)

Gambar 5.Visualisasi 3-dimensi interaksi reseptor enzim IKK2 dengan ligan alami staurosporine (KSA700) (A) dan ligan uji naphtyl carbamate (B).(Three-dimension visualization of the interaction of the IKK2 enzyme receptor with the natural ligand staurosporine (KSA700) (A); and test ligand naphtyl carbamate (B).)

No*

Nama senyawa

(Compund name)

Energi bebas Gibbs (Kkal/mol) (Gibbs free energy) (Kcal/mol)

Konstanta disosiasi (Constant of dissociation) (µM ×103)

Ekstrak air (Water extract)

5.

Naphthyl Carbamate

-6,94

0,008

6.

Verpacamide A

-5,024

0,207

7.

N-ethenylaniline

-1,22

127

Ekstrak aseton (Acetone extract)

25.

N-(2-Hydroxyethyl) Dodecanamide

-0,297

605

Ekstrak metanol (Methanol extract)

28.

C17 Sphingosine

-2,484

15,1

31.

Benzofuropyridin

-3,737

1,82

37.

N-(prop-2-yn-1-yl) Cyclohexanamine

-3,617

2,23

Tabel 8.Hasil penambatan molekuler ekstrak maggot black soldier fly pada enzim IKK(Molecular docking of black soldier flymaggot extracts on the IKK enzyme)

Maggot yang dihasilkan dari pembiakan di Sindangjaya cenderung berwarna dominan gelap disebabkan maggot sudah memasuki tahap awal pupa (pre-pupa), yaitu 18–25 hari sejak telur menetas. Simplisia tepung maggot yang diberi substrat limbah pertanian ini menunjukkan nilai kandungan protein kasar yang sedikit lebih rendah dan lemak yang lebih tinggi daripada maggot pra- pupa yang diberi limbah dapur (Patiassana et al., 2020), namun relatif masih dalam kisaran yang sama dengan beberapa penelitian yang memberikan pakan ayam komersial, sisa sayuran, hingga sisa ikan sebagai substrat maggot BSF (Andari et al., 2021)(Kinasih et al., 2018). Beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap perbedaan kadar protein dan kadar lemak tersebut, salah satunya dari jenis substrat yang diberikan (Meneguz et al. 2018), dalam riset ini berupa sisa aneka sayuran yang tinggi seratnya. Pada umumnya substrat buah dan sayuran yang sejenis (homogen) akan menghasil maggot BSF dengan kadar protein dan lemak yang relatif rendah (<15%) (Siddiqui et al., 2022). Selain itu juga, pengaruh kondisi lingkungan dan temperatur yang relatif cukup dingin di Desa Sindangjaya (ketinggian ±1100 m dpl, suhu ruangan 14–20 °C). Temperatur ruang yang rendah (15 °C) dilaporkan menyebabkan pertumbuhan maggot BSF menjadi perlahan (Shumo et al., 2019), padahal terdapat perbedaan komposisi nutrisi maggot BSF pada umur yang berbeda (Hsiao et al., 2022). Pada penelitian ini, kadar lemak yang diidentifikasi tergolong tinggi. Hal ini sesuai dengan hasil yang dilaporkan (Liu et al., 2013). Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa substrat sisa sayuran yang bersifat heterogen tidak mempengaruhi produksi lemak yang diperlukan metamorphosis BSF. Sebanyak 70% senyawa bioaktif dalam penelitian ini adalah alkaloid, sementara sisanya adalah turunan senyawa lipid dan alkohol rantai panjang, sesuai dengan yang dilaporkan (Lu et al., 2022) dan (Hsiao et al., 2022).

Adanya kandungan flavonoid dalam ekstrak maggot BSF dengan substrat limbah dapur telah dilaporkan oleh (Shumo et al., 2019). Sebaliknya, pada ekstrak maggot BSF dalam riset ini tidak teridentifikasi adanya senyawa flavonoid. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan jenis substrat yang dominan hijauan sehingga metabolisme maggot BSF menghasilkan lebih banyak alkaloid. Studi lain pada serangga sejenis menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, dan steroid di antara komponen bioaktif lain yang dihasilkan (Musundire et al., 2014)(Cheseto et al., 2015).

Dalam kaitannya dengan aspek keamanan suatu senyawa kandidat obat, analisis toksisitas diperlukan untuk mengetahui efek senyawa tersebut. Pada penelitian ini, analisis toksisitas diprediksi berdasarkan database. Hasil analisis toksisitas in silico menunjukkan bahwa terdapat 2 senyawa yang tidak konsisten hasilnya ketika menggunakan aplikasi perangkat lunak yang berbeda, yaitu C17 sphingosine dan 1-Naphtyl carbamate. Senyawa C17 sphingosine dalam ekstrak aseton dengan ProTox-II (Banerjee et al., 2018) diprediksi toksik sebagai inhibitor kuat kanal kalium hERG, sedangkan dengan admetSAR (Guan et al. 2018) menunjukkan senyawa ini tidak toksik sebagai inhibitor kanal hERG lemah. Namun demikian, suatu mikotoksin kuat analog C17 dihydrosphingosine dilaporkan terdapat pada kerang laut yang terkontaminasi oleh mikrofungi (Marrouchi et al., 2013) sehingga prediksi toksisitas dengan ProTox-II lebih konsisten. Senyawa 1-Naphtyl carbamate dalam ekstrak air yang diprediksi nonkarsinogenik dengan admetSAR ternyata karsinogenik melalui ProTox-II. Hal ini konsisten karena naphtyl carbamate termasuk golongan pestisida kuat dengan aktivitas antikolinesterase (Patel & Sangeeta, 2018) sehingga terdapatnya senyawa ini besar kemungkinan sebagai akibat dari cemaran yang berasal dari substrat limbah pertanian.

Melalui penelitian ini diidentifikasi berbagai senyawa aktif dalam ekstrak maggot BSF yang dapat menghambat asosiasi NRF2 dengan protein Keap-1 sehingga akan mengaktifkan respons antioksidan selular. Dalam menjalankan perannya sebagai regulator respon antioksidan selular, aktivitas NRF2 dikendalikan oleh protein Kelch-like ECH-associated protein 1 (Keap-1) (Kobayashi et al., 2013). Disosiasi protein Keap-1 dari NRF2 akan menstimulasi ekspresi beragam gen antioksidan sehingga mengaktifkan mekanisme persinyalan antioksidan selular. Oleh karena itu, ligan uji yang dapat berikatan dengan Keap-1 pada lokasi tertambatnya ligan kontrol diprediksi akan mencegah asosiasi Keap-1 dengan NRF2 sehingga persinyalan lintasan antioksidan dapat terus berjalan tanpa hambatan dari Keap-1 protein. Dalam penelitian ini, senyawa naphtalenone dalam ekstrak air memiliki potensi penghambatan Keap-1 terbesar; kelompok senyawa sejenis pada jamur (fungi) telah dilaporkan berpotensi farma- kologis (Ibrahim et al., 2022). Terdapat juga satu senyawa golongan benzofuran dalam ekstrak aseton, yang dilaporkan banyak terdapat dalam berbagai tumbuhan (Miao et al., 2019) dengan beragam potensi bioaktif. Kelompok benzofuran adalah senyawa dengan potensi bioaktif yang cukup ampuh, antara lain sebagai anti-tumor, antibakteri, antioksidan, dan antiviral. Sejalan dengan ini, pemanfaatan ekstrak metanol dari maggot beberapa jenis serangga (Musca domestica Linnaeus, Lucilia sericata (Meigen), Chrysomya albiceps (Wiedemann)) sebagai sumber biofarmaka telah dilaporkan sebelumnya terkait aktivitas antioksidan dan antikanker (Hasaballah et al., 2019).

Potensi sebagai antiinflamasi dengan cara menghambat enzim IKK2 hanya dimiliki oleh 2 ligan dari ekstrak air, yaitu Naphthyl carbamate dan verpacamide A. Penghambatan enzim IKK2 menjadi kunci pengendalian aktivitas persinyalan Nuclear Factor kappa B (NF-ƙB) dalam mekanisme peradangan, yakni suatu faktor transkripsi yang bertugas menginduksi berbagai ekspresi gen yang terlibat dalam proses inflamasi (Serasanambati & Chilakapati, 2016). Mengingat naphtyl carbamate adalah cemaran pestisida/insektisida dari lingkungan maka hanya verpacamide A yang berpotensi antiinflamasi pada ekstrak maggot BSF ini. Senyawa yang sama telah ditemukan pada spons laut Axinella vaceleti (Vergne et al., 2006).

Protein NRF2 merupakan elemen kunci dalam sistem pertahanan seluler melawan stres oksidatif (Yu & Xiao, 2021). Saat dalam keadaan normal, NRF2 berinteraksi dengan Keap-1 sebagai pengatur negatif NRF2, membentuk kompleks Keap1-NRF2 yang berujung pada degradasi proteasom dan ubikitinasi NRF2. Namun, saat terjadi stres oksidatif, Keap1 menjadi tidak aktif, menghentikan ubikitinasi NRF2 dan memungkinkan NRF2 untuk berpindah ke inti sel dan membentuk heterodimer dengan small musculoapo-neuroticfibrosarcoma (sMAF), yang mengikat elemen respons antioksidan (antioxidant response element, ARE) (Lee & Hu, 2020)(Silva et al., 2018). Pengaktifan sinyal NRF2 melalui Keap-1 menjadi salah satu target yang efektif dalam mencegah stres oksidatif (antioksidan) (Abed et al., 2015).

Inflamasi (peradangan) muncul karena produksi berlebihan senyawa proinflamasi, salah satunya NF-κB. Sinyal NF-κB dipengaruhi oleh dua protein kunci, yaitu inhibitor of NFkB (IκB) dan kompleks enzim IκB kinase (IKK). Ketika dalam keadaan tidak aktif, NF-κB berikatan dengan protein IκB di dalam sitoplasma. Namun, saat terjadi inflamasi, enzim IkB Kinase menjadi aktif, mengakibatkan fosforilasi IκB dan aktivasi NF-κB. Proses aktivasi NF-κB meliputi pelepasan protein IκB, translokasi ke inti sel, pengikatan DNA, dan transaktivasi (Patwardhan et al., 2016). Aktivasi NF-κB memicu produksi senyawa- senyawa proinflamatori yang memicu inflamasi. Enzim IKK adalah kompleks multiprotein yang terdiri atas dua subunit kinase, yaitu IKKα dan IKKβ. IKKβ (IKK2) memiliki peran yang lebih signifikan dalam jalur kanonikal, terutama dalam merespons proinflamasi (Solt & May, 2008). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi pemanfaatan maggot BSF sebagai alternatif sumber antioksidan alami sehingga dapat meningkatkan nilai jual maggot BSF bagi masyarakat.

KESIMPULAN

Sebanyak 26 senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak maggot BSF memiliki potensi sebagai antioksidan melalui penghambatan protein Keap-1 yang diduga dapat asosiasinya dengan faktor transkripsi NRF2. Senyawa naphtalenone, yaitu methyl 2-[[(1S,2R,4aS,5R,8aS)-2-acetyloxy- 5-[(2E)-2-[(4S)-4-hydroxy-2-oxooxolan-3-ylidene] ethyl]-1,4a-dimethyl-6-methylidene-3,4,5,7,8,8a- hexa hydro- 2H- naphthalene-1-carbonyl] amino] acetate, dari ekstrak air maggot BSF dengan potensi terbaik sebagai inhibitor Keap-1 sehingga akan mengaktifkan persinyalan antioksidan via jalur NRF2. Sementara, verpacamide A dari ekstrak air yang teridentifikasi berpotensi dapat menghambat proses inflamasi lebih baik dari aspirin.

References

  1. Abed D.A., Goldstein M., Albanyan H., Jin H., Hu L.. Discovery of direct inhibitors of Keap1-Nrf2 protein-protein interaction as potential therapeutic and preventive agents. Acta Pharmaceutica Sinica B. 2015; 5:285-299. DOI
  2. Ali F., Khan B.A., Sarwat Sulatana. Wedelolactone mitigates UVB induced oxidative stress, inflammation and early tumor promotion events in murine skin: plausible role of NFkB pathway. European Journal of Pharmacology. 2016; 789:253-264. DOI
  3. Ali N.S.M., Salleh A.B., Leow T.C., RNZRA Rahman, Ali M.S.M.. The influence of calcium toward order/disorder conformation of repeat-in-toxin (RTX) structure of family I.3 lipase from Pseudomonas fluorescens AMS8. Toxins (Basel. 2020; 12:1-14. DOI
  4. Andari G., Ginting N.M., Nurdiana R.. Larva black soldier fly (Hermetia illucens) sebagai agen pereduksi sampah dan alternatif pakan ternak. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 2021; 9:246-252. DOI
  5. Banerjee P., Eckert A.O., Schrey A.K., Preissner R.. ProTox-II: A webserver for the prediction of toxicity of chemicals. Nucleic Acids Research. 2018; 46:W257–W263DOI
  6. Cheseto X., Kuate S.P., Tchouassi D.P., Ndung’u M., Teal P.E.A., Torto B.. Potential of the desert locust Schistocerca gregaria (Orthoptera: Acrididae) as an unconventional source of dietary and therapeutic sterols. PLoS ONE. 2015; 10DOI
  7. Čičková H., Newton G.L., Lacy R.C., Kozánek M.. The use of fly larvae for organic waste treatment. Waste Management. 2015; 35:68-80. DOI
  8. Choy K.W., Murugan D., Leong X.F., Abas R., Alias A., Mustafa M.R.. Flavonoids as natural anti-inflammatory agents targeting nuclear factor-kappa B (NFkB) signaling in cardiovascular diseases: A mini review. Frontiers in Pharmacology. 2019; 10:1-8. DOI
  9. Daina A., Michielin O., Zoete V.. SwissADME: A free web tool to evaluate pharmacokinetics, druglikeness and medicinal chemistry friendliness of small molecules. Scientific Reports. 2017; 7:1-13. DOI
  10. Durai P., Shin H.J., Achek A., Kwon H.K., Govindaraj R.G., Panneerselvam S., Yesudhas D., Choi J., No K.T., Choi S.. Toll-like receptor 2 antagonists identified through virtual screening and experimental validation. FEBS Journal. 2017; 284:2264-2283. DOI
  11. Frelin C., Imbert V., Griessinger E., Loubat A., Dreanno M., Peyron J.F.. AS602868, a pharmacological inhibitor of IKK2, reveals the apoptotic potential of TNF-α in jurkat leukemic cells. Oncogene. 2003; 22:8187-8194. DOI
  12. Guan L., Yang H., Cai Y., Sun L., Di P., Li W., Liu G., Tang Y.. Admet-score- a comprehensive scoring function for evaluation of chemical drug-likeness. MedChemComm. 2019; 10:148-157. DOI
  13. Hasaballah A.I., Shehata A.Z.I., Shehab A.M.. Antioxidant and anticancer activities of some maggots methanol extracts. Egyptian Academic Journal of Biological Sciences. 2019; 12:111-119. DOI
  14. He F., Ru X., Wen T.. NRF2, a transcription factor for stress response and beyond. International Journal of Molecular Sciences. 2020; 21(4777)DOI
  15. Hsiao S.-W., Kuo I.-C., Su C.-W., Wang Y.-H., Mei H.-C., Lee C.-K.. Metabolite characterisation and profiling of Hermetia illucens L. larvae at various growth stages using Sesamum indicum residues as nutrient source. Journal of Insects as Food and Feed. 2022; 8:223-235. DOI
  16. Ibrahim S.R.M., Fadil S.A., Fadil H.A., Eshmawi B.A., Mohamed S.G.A., Mohamed G.A.. Fungal naphtalenones; promising metabolites for drug discovery: Structures, biosynthesis, sources, and pharmacological potential. Toxins. 2022; 14(154)DOI
  17. Jain A.N., Nicholls A.. Recommendation for evaluation of computation methods. Journal of Computer-Aided Molecular Design. 2008; 22:133-139. DOI
  18. Kim Y.B., Kim D.H., Jeong S.B., Lee J.W., Kim T.H., Lee H.G., Lee K.W.. Black soldier fly larvae oil as an alternative fat source in broiler nutrition. Poultry Science. 2020; 99:3133-3143. DOI
  19. Kinasih I., Putra R.E., Permana A.D., Gusmara F.F., Nurhadi M.Y., Anitasari R.A.. Growth performance of black soldier fly larvae (Hermetia Illucens) fed on some plant based organic wastes. HAYATI Journal of Biosciences. 2018; 25:79-84. DOI
  20. Kobayashi E., Suzuki T., Yamamoto M.. Roles nrf2 playsin myeloid cells and related disorders. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2013; 2013(7)DOI
  21. Krieger E., Vriend G.. New ways to boost molecular dynamics simulations. Journal of Computational Chemistry. 2015; 36:996-1007. DOI
  22. Lee J., Kim Y.M., Park Y.K., Yang Y.C., Jung B.G., Lee B.J.. Black soldier fly (Hermetia illucens) larvae enhances immune activities and increases survivability of broiler chicks against experimental infection of Salmonella gallinarum. Journal of Veterinary Medical Science. 2018; 80:736-740. DOI
  23. Lee S., Hu L.. Nrf2 activation through the inhibition of Keap1-Nrf2 protein-protein interaction. Medical Chemistry Research. 2020; 29:846-867. DOI
  24. Lipinski C.A., Lombardo F., Dominy B.W., Feeney P.J.. Experimental and computational approaches to estimate solubility and permeability in drug discovery and development settings. Advanced Drug Delivery Reviews. 2012; 64:4-17. DOI
  25. Li Q., Zheng L., Qiu N., Cai H., Tomberlin J.K., Yu Z.. Bioconversion of dairy manure by black soldier fly (Diptera: Stratiomyidae) for biodiesel and sugar production. Waste Management. 2011; 31:1316-1320. DOI
  26. Liu S., Misquitta Y.R., Olland A., Johnson M.A., Kelleher K.S., Kriz R., Lin L.L., Stahl M., Mosyak. Crystal structure of human IκB Kinase B asymmetric dimer. The Journal of Biological Chemistry. 2013; 288:22758-22767. DOI
  27. Lu J., Guo Y., Muhmood A., Lv Z., B Zeng, Qiu Y., Zhang L., Wang P., Ren L.. Food waste management employing uv-induced black soldier flies: Metabolomic analysis of bioactive components, antioxidant properties, and antibacterial potential. International Journal of Environmental Research and. Public Health. 2022; 19(6614)DOI
  28. Marrouchi R., Benoit E., Le Caer J.-P., Belayouni N., H Belghith, Molgó J., Kharrat R.. Toxic C17-sphinganine analogue mycotoxin, contaminating Tunisian mussels, causes flaccid paralysis in rodents. Marine Drugs. 2013; 11:4724-4740. DOI
  29. Mlcek J.M., Borkovcova M., Bednarova M.. Biologically active substances of edible insects and their use in agriculture, veterinary and human medicine-a review. Journal of Central European Agriculture. 2014; 15:225-237. DOI
  30. Miao Y., Hu Y., Yang J., Liu T., Wang X.. Natural source, bioactivity and synthesis of benzofuran derivatives. RSC Advances. 2019; 9:27510-27540. DOI
  31. Muchammad Z.. Institut Pertanian Bogor: Bogor; 2019.
  32. Musundire R., Zvidzai C.J., Chidewe C., Samende B.K., Manditsera F.A.. Nutrient and anti-nutrient composition of Henicus whellani (Orthoptera: Stenopelmatidae), an edible ground cricket, in south-eastern Zimbabwe. International Journal of Tropical Insect Science. 2014; 34:223-231. DOI
  33. Muller A., Wolf D., Gutzeit H.O.. The black soldier fly, Hermetia illucens—A promising source for sustainable production of proteins, lipids and bioactive substances. Zeitschrift fur Naturforschung. C, Journal of Biosciences. 2017; 72:351-363. DOI
  34. Patel S., Sangeeta S.. Pesticides as the drivers of neuropsychotic diseases, cancers, and teratogenicity among agro-workers as well as general public. Environmental Science and Pollution Research. 2018; 26:91-100. DOI
  35. Patiassana M.T., Izzy S.N., Haryandi Nealma, S.. Studi laju umpan pada proses biokonversi dengan variasi jenis sampah yang dikelola PT. Biomagg Sinergi Internasional menggunakan larva black soldier fly (Hermetia illucens. Jurnal Tambora. 2020; 4:86-95.
  36. Patwardhan R.S., Sharma D., Thoh M., Checker R., Sandur S.K.. Baicalein exhibits anti-inflammatory effects via inhibition of NF-κB trans-activation. Biochemical Pharmacology. 2016; 108:75-89. DOI
  37. Pires D.E.V., Blundell T.L., Ascher D.B.. pkCSM: Predicting small-molecule pharmacokinetic properties using graph-based signatures. Journal of Medical Chemistry. 2015; 58(4066)DOI
  38. Rabani V., Cheatsazan H., DavaniS. Proteomics and lipidomics of black soldier fly (Diptera: Stratiomyidae) and blow fly (Diptera: Calliphoridae) larvae. Journal of Insect Science. 2019; 19:1-9. DOI
  39. Serasanambati M., Chilakapati Function of nuclear factor kappa B (NF-kB) in human diseases-A Review. South Indian Journal of Biological Sciences. 2016; 2:368-38. DOI
  40. Shumo M., Khamis F.M., Tanga C.M., Fiaboe K.K.M., Subramanian S., S Ekesi, Huis A., Borgemeister C.. Influence of temperature on selected life-history traits of black soldier fly (Hermetia illucens) reared on two common urban organic waste streams in Kenya. Animals. 2019; 9(79)DOI
  41. Shumo M., Osuga I.M., Khamis F.M., Tanga C.M., Fiaboe K.K.M., Subramanian S., Ekesi S., Huis A., Borgemeister C.. The nutritive value of black soldier fly larvae reared on common organic waste streams in Kenya. Scientific Reports. 2019; 9:1-13. DOI
  42. Siddiqui S.A., Ristow B., Rahayu T., Putra N.S., Yuwono N.W., Nisa K., Mategeko B., Smetana S., Saki M., Nawaz A., Nagdalian A.. Black soldier fly larvae (BSFL) and their affinity for organic waste processing. Waste Management. 2022; 140:1-13. DOI
  43. Silva T.A., Braga M.C., Santana G.O.S., Araujo F.S., Pogue R., Dias S.C., Franco O.L., Carvalho J.L.. Breaking the frontiers of cosmetology with antimicrobial peptides. Biotechnology Advances. 2018; 36:2019-2031. DOI
  44. Solt L.A., May M.J.. The IκB kinase complex: Master regulator of NF-κB signaling. Immunologic Researceh. 2008; 42:3-18. DOI
  45. Tong K.I., Kobayashi A., Katsuoka F., Yamamoto M.. Two-site substrate recognition model for the Keap1-Nrf2 system: A hinge and latch mechanism. Biological Chemistry. 2006; 387:1311-1320. DOI
  46. Vergne C., Boury-Esnault N., Perez T., Martin M.-T., Adeline M.-T., Dau E.T.H., Al-Mourabit A.. Verpacamides A−D, a sequence of C 11 N 5 diketopiperazines relating cyclo(Pro-Pro) to Cyclo(Pro-Arg), from the marine sponge Axinella vaceleti: Possible biogenetic precursors of Pyrrole-2-aminoimidazole alkaloids. Organic Letters. 2006; 8:2421-2424. DOI
  47. Vogel H., Müller A., Heckel D.G., Gutzeit H., Vilcinskas A.. Nutritional immunology: Diversification and diet-dependent expression of antimicrobial peptides in the black soldier fly Hermetia illucens. Developmental and Comparative Immunology. 2018; 78:141-148. DOI
  48. Wang R., Luo Y., Lu Y., Wang D., Wang T., Pu W., Wang Y.. Maggot extracts alleviate inflammation and oxidative stress in acute experimental colitis via the activation of Nrf2. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2019; 2019(4703253)DOI
  49. Wang R., Wang D., Wang H., Wang T., Weng Y., Zhang Y., Luo Y., Lu Y., Wang Y.. Therapeutic targeting of Nrf2 signaling by maggot extracts ameliorates inflammation associated intestinal fibrosis in chronic DSS-induced colitis. Front Immunology. 2021; 12:1-16. DOI
  50. Wardana A.H.. Black soldier fly (Hermetia illucens) sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak. WARTAZOA. 2016; 26:69-78. DOI
  51. Yantina N.. Institut Pertanian Bogor: Bogor; 2016.
  52. Yu C., Xiao J.H.. The Keap1-Nrf2 system: A mediator between oxidative and aging. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2021;1-19. DOI
  53. Zeitz J.O., Fennhoff J., Kluge H., Stangl G.I., Eder K.. Effects of dietary fats rich in lauric and myristic acid on performance, intestinal morphology, gut microbes, and meat quality in broilers. Poultry Science. 2015; 94:2404-2413. DOI

References

Abed DA, Goldstein M, Albanyan H, Jin H, Hu L. 2015. Discovery of direct inhibitors of Keap1-Nrf2 protein-protein interaction as potential therapeutic and preventive agents. Acta Pharmaceutica Sinica B. 5:285–299. DOI: https://doi.org/10.1016/j.apsb.2015.05.008.

Ali F, Khan BA, Sarwat, Sulatana. 2016. Wedelolactone mitigates UVB induced oxidative stress, inflammation and early tumor promotion events in murine skin: plausible role of NFkB pathway. European Journal of Pharmacology. 789:253–264. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ejphar.2016.05.008.

Ali NSM, Salleh AB, Leow TC, Rahman RNZRA, Ali MSM. 2020. The influence of calcium toward order/disorder conformation of repeat-in-toxin (RTX) structure of family I.3 lipase from Pseudomonas fluorescens AMS8. Toxins (Basel). 12:1–14. DOI: https://doi.org/10.3390/toxins12090579.

Andari G, Ginting NM, Nurdiana R. 2021. Larva black soldier fly (Hermetia illucens) sebagai agen pereduksi sampah dan alternatif pakan ternak. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 9:246–252. DOI: https://dx.doi.org/10.23960/jipt.

Banerjee P, Eckert AO, Schrey AK, Preissner R. 2018. ProTox-II: A webserver for the prediction of toxicity of chemicals. Nucleic Acids Research 46:W257–W263. DOI: https://doi.org/10.1093/nar/gky318.

Cheseto X, Kuate SP, Tchouassi DP, Ndung’u M, Teal PEA, Torto B. 2015. Potential of the desert locust Schistocerca gregaria (Orthoptera: Acrididae) as an unconventional source of dietary and therapeutic sterols. PLoS ONE 10: e0127171. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0127171.

Čičková H, Newton GL, Lacy RC, Kozánek M. 2015. The use of fly larvae for organic waste treatment. Waste Management. 35:68–80. DOI: https://doi.org/10.1016/j.wasman.2014.09.026.

Choy KW, Murugan D, Leong XF, Abas R, Alias A, Mustafa MR. 2019. Flavonoids as natural anti-inflammatory agents targeting nuclear factor-kappa B (NFkB) signaling in cardiovascular diseases: A mini review. Frontiers in Pharmacology. 10:1–8. DOI: https://doi.org/10.3389/fphar.2019.01295.

Daina A, Michielin O, Zoete V. 2017. SwissADME: A free web tool to evaluate pharmacokinetics, druglikeness and medicinal chemistry friendliness of small molecules. Scientific Reports. 7:1–13. DOI: https://doi.org/10.1038/srep42717.

Durai P, Shin HJ, Achek A, Kwon HK, Govindaraj RG, Panneerselvam S, Yesudhas D, Choi J, No KT, Choi S. 2017. Toll-like receptor 2 antagonists identified through virtual screening and experimental validation. FEBS Journal. 284:2264–2283. DOI: https://doi.org/10.1111/febs.14124.

Frelin C, Imbert V, Griessinger E, Loubat A, Dreanno M, Peyron JF. 2003. AS602868, a pharmacological inhibitor of IKK2, reveals the apoptotic potential of TNF-α in jurkat leukemic cells. Oncogene. 22:8187–8194. DOI: https://doi.org/10.1038/sj.onc.1206963.

Guan L, Yang H, Cai Y, Sun L, Di P, Li W, Liu G, Tang Y. 2019. Admet-score- a comprehensive scoring function for evaluation of chemical drug-likeness. MedChemComm. 10:148–157. DOI: https://doi.org/10.1039/C8MD00472B.

Hasaballah AI, Shehata AZI, Shehab AM. 2019. Antioxidant and anticancer activities of some maggots methanol extracts. Egyptian Academic Journal of Biological Sciences. 12:111–119. DOI: https://doi.org/10.21608/eajbsa.2019.26722.

He F, Ru X, Wen T. 2020. NRF2, a transcription factor for stress response and beyond. International Journal of Molecular Sciences. 21:4777. DOI: https://doi.org/10.3390/ijms21134777.

Hsiao S-W, Kuo I-C, Su C-W, Wang Y-H, Mei H-C, Lee C-K. 2022. Metabolite characterisation and profiling of Hermetia illucens L. larvae at various growth stages using Sesamum indicum residues as nutrient source. Journal of Insects as Food and Feed. 8:223–235. DOI: https://doi.org/10.3920/JIFF2021.0045.

Ibrahim SRM, Fadil SA, Fadil HA, Eshmawi BA, Mohamed SGA, Mohamed GA. 2022. Fungal naphtalenones; promising metabolites for drug discovery: Structures, biosynthesis, sources, and pharmacological potential. Toxins. 14:154. DOI: https://doi.org/10.3390/toxins.

Jain AN, Nicholls A. 2008. Recommendation for evaluation of computation methods. Journal of Computer-Aided Molecular Design. 22:133–139. DOI: https://doi.org/10.1007/s10822-008-9196-5.

Kim YB, Kim DH, Jeong SB, Lee JW, Kim TH, Lee HG, Lee KW. 2020. Black soldier fly larvae oil as an alternative fat source in broiler nutrition. Poultry Science. 99:3133–3143. DOI: https://doi.org/10.1016/j.psj.2020.01.018.

Kinasih I, Putra RE, Permana AD, Gusmara FF, Nurhadi MY, Anitasari RA. 2018. Growth performance of black soldier fly larvae (Hermetia Illucens) fed on some plant based organic wastes. HAYATI Journal of Biosciences. 25:79–84. DOI: https://doi.org/10.4308/hjb.25.2.79.

Kobayashi E, Suzuki T, Yamamoto M. 2013. Roles nrf2 playsin myeloid cells and related disorders. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2013:7. DOI: https://doi.org/10.1155/2013/529219.

Krieger E, Vriend G. 2015. New ways to boost molecular dynamics simulations. Journal of Computational Chemistry. 36:996–1007. DOI: https://doi.org/10.1002/jcc.23899.

Lee J, Kim YM, Park YK, Yang YC, Jung BG, Lee BJ. 2018. Black soldier fly (Hermetia illucens) larvae enhances immune activities and increases survivability of broiler chicks against experimental infection of Salmonella gallinarum. Journal of Veterinary Medical Science. 80:736–740. DOI: https://doi.org/10.1292/jvms.17-0236.

Lee S, Hu L. 2020. Nrf2 activation through the inhibition of Keap1-Nrf2 protein-protein interaction. Medical Chemistry Research. 29:846-867. DOI: https://doi.org/10.1007/s00044-020-02539-y.

Lipinski CA, Lombardo F, Dominy BW, Feeney PJ. 2012. Experimental and computational approaches to estimate solubility and permeability in drug discovery and development settings. Advanced Drug Delivery Reviews. 64:4–17. DOI: https://doi.org/10.1016/j.addr.2012.09.019.

Li Q, Zheng L, Qiu N, Cai H, Tomberlin JK, Yu Z. 2011. Bioconversion of dairy manure by black soldier fly (Diptera: Stratiomyidae) for biodiesel and sugar production. Waste Management. 31:1316–1320. DOI: https://doi.org/10.1016/j.wasman.2011.01.005.

Liu S, Misquitta YR, Olland A, Johnson MA, Kelleher KS, Kriz R, Lin LL, Stahl M, Mosyak. 2013. Crystal structure of human IκB Kinase B asymmetric dimer. The Journal of Biological Chemistry. 288:22758–22767. DOI: https://doi.org/10.1074/jbc.M113.482596.

Lu J, Guo Y, Muhmood A, Lv Z, Zeng B , Qiu Y, Zhang L, Wang P, Ren L. 2022. Food waste management employing uv-induced black soldier flies: Metabolomic analysis of bioactive components, antioxidant properties, and antibacterial potential. International Journal of Environmental Research and. Public Health. 19:6614. DOI: https://doi.org/10.3390/ijerph19116614.

Marrouchi R, Benoit E, Le Caer J-P, Belayouni N, Belghith H , Molgó J, Kharrat R. 2013. Toxic C17-sphinganine analogue mycotoxin, contaminating Tunisian mussels, causes flaccid paralysis in rodents. Marine Drugs. 11:4724–4740. DOI: https://doi.org/10.3390/md11124724.

Mlcek JM, Borkovcova M, Bednarova M. 2014. Biologically active substances of edible insects and their use in agriculture, veterinary and human medicine-a review. Journal of Central European Agriculture. 15:225–237. DOI: https://doi.org/10.5513/JCEA01/15.4.1533.

Miao Y, Hu Y, Yang J, Liu T, Wang X. 2019. Natural source, bioactivity and synthesis of benzofuran derivatives. RSC Advances. 9:27510–27540. DOI: https://doi.org/10.1039/C9RA04917G.

Muchammad Z. 2019. Uji Khasiat Ekstrak Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Antibakteri pada Penyakit Tifus. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Musundire R, Zvidzai CJ, Chidewe C, Samende BK, Manditsera FA. 2014. Nutrient and anti-nutrient composition of Henicus whellani (Orthoptera: Stenopelmatidae), an edible ground cricket, in south-eastern Zimbabwe. International Journal of Tropical Insect Science. 34:223–231. DOI: https://doi.org/10.1017/S1742758414000484.

Muller A, Wolf D, Gutzeit HO. 2017. The black soldier fly, Hermetia illucens—A promising source for sustainable production of proteins, lipids and bioactive substances. Zeitschrift fur Naturforschung. C, Journal of Biosciences. 72:351–363. DOI: https://doi.org/10.1515/znc-2017-0030.

Patel S, Sangeeta S. 2018. Pesticides as the drivers of neuropsychotic diseases, cancers, and teratogenicity among agro-workers as well as general public. Environmental Science and Pollution Research. 26:91–100. DOI: https://doi.org/10.1007/s11356-018-3642-2.

Patiassana MT, Izzy SN, Haryandi, Nealma S. 2020. Studi laju umpan pada proses biokonversi dengan variasi jenis sampah yang dikelola PT. Biomagg Sinergi Internasional menggunakan larva black soldier fly (Hermetia illucens). Jurnal Tambora. 4:86–95.

Patwardhan RS, Sharma D, Thoh M, Checker R, Sandur SK. 2016. Baicalein exhibits anti-inflammatory effects via inhibition of NF-κB trans-activation. Biochemical Pharmacology. 108:75–89. DOI: https://doi.org/10.1016/j.bcp.2016.03.013.

Pires DEV, Blundell TL, Ascher DB. 2015. pkCSM: Predicting small-molecule pharmacokinetic properties using graph-based signatures. Journal of Medical Chemistry. 58:4066−4072. DOI: https://doi.org/10.1021/acs.jmedchem.5b00104.

Rabani V, Cheatsazan H, DavaniS. 2019. Proteomics and lipidomics of black soldier fly (Diptera: Stratiomyidae) and blow fly (Diptera: Calliphoridae) larvae. Journal of Insect Science. 19:1–9. DOI: https://doi.org/10.1093/jisesa/iez050.

Serasanambati M, Chilakapati SR. 2016. Function of nuclear factor kappa B (NF-kB) in human diseases-A Review. South Indian Journal of Biological Sciences. 2:368–38. DOI: https://doi.org/10.22205/sijbs/2016/v2/i4/103443.

Shumo M, Khamis FM, Tanga CM, Fiaboe KKM, Subramanian S, Ekesi S , van Huis A, Borgemeister C. 2019a. Influence of temperature on selected life-history traits of black soldier fly (Hermetia illucens) reared on two common urban organic waste streams in Kenya. Animals. 9:79. DOI: https://doi.org/10.3390/ani9030079.

Shumo M, Osuga IM, Khamis FM, Tanga CM, Fiaboe KKM, Subramanian S, Ekesi S, Van Huis A, Borgemeister C. 2019b. The nutritive value of black soldier fly larvae reared on common organic waste streams in Kenya. Scientific Reports. 9:1–13. DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-019-46603-z.

Siddiqui SA, Ristow B, Rahayu T, Putra NS, Yuwono NW, Nisa K, Mategeko B, Smetana S, Saki M, Nawaz A, Nagdalian A. 2022. Black soldier fly larvae (BSFL) and their affinity for organic waste processing. Waste Management. 140:1–13. DOI: https://doi.org/10.1016/j.wasman.2021.12.044.

Silva TA, Braga MC, Santana GOS, Araujo FS, Pogue R, Dias SC, Franco OL, Carvalho JL. 2018. Breaking the frontiers of cosmetology with antimicrobial peptides. Biotechnology Advances. 36:2019–2031. DOI: https://doi.org/10.1016/j.biotechadv.2018.08.005.

Solt LA, May MJ. 2008. The IκB kinase complex: Master regulator of NF-κB signaling. Immunologic Researceh. 42:3–18. DOI: https://doi.org/10.1007/s12026-008-8025-1.

Tong KI, Kobayashi A, Katsuoka F, Yamamoto M. 2006. Two-site substrate recognition model for the Keap1-Nrf2 system: A hinge and latch mechanism. Biological Chemistry. 387:1311–1320. DOI: https://doi.org/10.1515/bc.2006.164.

Vergne C, Boury-Esnault N, Perez T, Martin M-T, Adeline M-T, Dau ETH, Al-Mourabit A. 2006. Verpacamides A−D, a sequence of C 11 N 5 diketopiperazines relating cyclo(Pro-Pro) to Cyclo(Pro-Arg), from the marine sponge Axinella vaceleti: Possible biogenetic precursors of Pyrrole-2-aminoimidazole alkaloids. Organic Letters. 8:2421–2424. DOI: https://doi.org/10.1021/ol0608092.

Vogel H, Müller A, Heckel DG, Gutzeit H, Vilcinskas A. 2018. Nutritional immunology: Diversification and diet-dependent expression of antimicrobial peptides in the black soldier fly Hermetia illucens. Developmental and Comparative Immunology. 78:141–148. DOI: https://doi.org/10.1016/j.dci.2017.09.008.

Wang R, Luo Y, Lu Y, Wang D, Wang T, Pu W, Wang Y. 2019. Maggot extracts alleviate inflammation and oxidative stress in acute experimental colitis via the activation of Nrf2. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2019:4703253. DOI: https://doi.org/10.1155/2019/4703253.

Wang R, Wang D, Wang H, Wang T, Weng Y, Zhang Y, Luo Y, Lu Y, Wang Y. 2021. Therapeutic targeting of Nrf2 signaling by maggot extracts ameliorates inflammation associated intestinal fibrosis in chronic DSS-induced colitis. Front Immunology. 12:1–16. DOI: https://doi.org/10.3389/fimmu.2021.670159.

Wardana AH. 2016. Black soldier fly (Hermetia illucens) sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak. WARTAZOA. 26:69–78. DOI: https://doi.org/10.14334/wartazoa.v26i2.1327.

Yantina N. 2016. Evaluasi Bahan Pakan Sumber Protein Alternatif terhadap Kandungan Nutrien dan Kecernaan secara In Vitro. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Yu C, Xiao JH. 2021. The Keap1-Nrf2 system: A mediator between oxidative and aging. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 1–19. DOI: https://doi.org/10.1155/2021/6635460.

Zeitz JO, Fennhoff J, Kluge H, Stangl GI, Eder K. 2015. Effects of dietary fats rich in lauric and myristic acid on performance, intestinal morphology, gut microbes, and meat quality in broilers. Poultry Science. 94:2404–2413. DOI: https://doi.org/10.3382/ps/pev191.

Published

2024-01-03

How to Cite

Sulistiyani, Firdaus, M. F., Sigiro, R. H., Nawangsih, A. A., Purwanto, U. M. S., & Andrianto, D. (2024). Potensi ekstrak maggot lalat tentara hitam Hermetia illucens (Linnaeus) dalam regulasi mekanisme antioksidan selular dan antiradang: Kajian in silico: The potential of black soldier fly Hermetia illucens (Linnaeus) maggot extracts in the regulation of cellular antioxidant and anti-inflammatory mechanisms: In silico study. Jurnal Entomologi Indonesia, 20(3), 223. https://doi.org/10.5994/jei.20.3.223

Issue

Section

Articles