<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd"><article xml:lang="id" article-type="research-article" dtd-version="1.3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/"><front><journal-meta><journal-id journal-id-type="issn">2089-0257</journal-id><journal-title-group><journal-title>Jurnal Entomologi Indonesia</journal-title><abbrev-journal-title>JEI</abbrev-journal-title></journal-title-group><issn pub-type="epub">2089-0257</issn><issn pub-type="ppub">1829-7722</issn><publisher><publisher-name>Perhimpunan Entomologi Indonesia</publisher-name></publisher></journal-meta><article-meta><article-id pub-id-type="doi">10.5994/jei.22.3.141</article-id><title-group><article-title>Keanekaragaman serangga yang terperangkap pada tumbuhan kantong semar (<italic>Nepenthes</italic> spp.: Nepenthaceae) di Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia</article-title><subtitle>Diversity of insects trapped in pitcher plants (<italic>Nepenthes </italic>spp.: Nepentheceae) in  Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia</subtitle></title-group><contrib-group><contrib contrib-type="author"><contrib-id contrib-id-type="orcid">https://orcid.org/0009-0006-2394-7987</contrib-id><name><surname>Fitria</surname><given-names>Restu</given-names></name><address><country>Indonesia</country></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-1"></xref></contrib><contrib contrib-type="author"><contrib-id contrib-id-type="orcid">https://orcid.org/0000-0002-2179-3914</contrib-id><name><surname>Atmowidi</surname><given-names>Tri</given-names></name><address><country>Indonesia</country></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-2"></xref></contrib><contrib contrib-type="author"><contrib-id contrib-id-type="orcid">https://orcid.org/0000-0002-9992-7687</contrib-id><name><surname>Priawandiputra</surname><given-names>Windra</given-names></name><address><country>Indonesia</country><email>priawandiputra@apps.ipb.ac.id</email></address><xref ref-type="aff" rid="AFF-2"></xref><xref ref-type="corresp" rid="cor-2"></xref></contrib></contrib-group><contrib-group><contrib contrib-type="editor"><name><surname>Shahabuddin</surname><given-names>Shahabuddin</given-names></name><address><country>Indonesia</country></address><xref ref-type="aff" rid="EDITOR-AFF-1"></xref></contrib></contrib-group><aff id="AFF-1">Program Studi Magister Biosains Hewan, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB  University, Bogor 16680, Indonesia</aff><aff id="AFF-2"><institution content-type="dept">Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</institution><institution-wrap><institution>IPB University</institution><institution-id institution-id-type="ror">https://ror.org/05smgpd89</institution-id></institution-wrap><addr-line>Bogor 16680</addr-line><country country="ID">Indonesia</country></aff><aff id="EDITOR-AFF-1"><institution content-type="dept">Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian</institution><institution-wrap><institution>Universitas Tadulako</institution><institution-id institution-id-type="ror">https://ror.org/01z0mc198</institution-id></institution-wrap><country country="ID">Palu</country></aff><author-notes><corresp id="cor-2">Corresponding author: Windra Priawandiputra, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University,  Bogor 16680, Indonesia.  Email: <email>priawandiputra@apps.ipb.ac.id</email></corresp></author-notes><pub-date date-type="pub" iso-8601-date="2025-11-30" publication-format="electronic"><day>30</day><month>11</month><year>2025</year></pub-date><pub-date date-type="collection" iso-8601-date="2025-11-30" publication-format="electronic"><day>30</day><month>11</month><year>2025</year></pub-date><volume>22</volume><issue>3</issue><issue-title>November</issue-title><fpage>141</fpage><lpage>151</lpage><history><date iso-8601-date="2025-1-7" date-type="received"><day>7</day><month>1</month><year>2025</year></date><date date-type="accepted" iso-8601-date="2025-4-29"><day>29</day><month>4</month><year>2025</year></date></history><permissions><copyright-statement>Hak Cipta (c) 2025 Restu Fitria, Tri Atmowidi, Windra Priawandiputra</copyright-statement><copyright-year>2025</copyright-year><copyright-holder>Restu Fitria, Tri Atmowidi, Windra Priawandiputra</copyright-holder><license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref><license-p>Artikel ini berlisensi  Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p></license></permissions><self-uri xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/view/911" xlink:title="Keanekaragaman serangga yang terperangkap pada tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.: Nepenthaceae) di Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia">Keanekaragaman serangga yang terperangkap pada tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.: Nepenthaceae) di Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia</self-uri><abstract><p>Kantong semar <italic>Nepenthes</italic> spp. merupakan tumbuhan insektivora yang mampu menangkap dan mencerna serangga sebagai sumber nutrisi tambahan. Penelitian tentang serangga yang terperangkap pada kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>telah dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Namun, penelitian serupa belum pernah dilaporkan di wilayah Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan komposisi serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes</italic> di Desa Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode jelajah secara <italic>purposive sampling </italic>pada bulan Januari–Juli 2024, di sepanjang jalur menuju perkebunan kelapa sawit. Sampel serangga dikumpulkan dari setiap tumbuhan <italic>Nepenthes</italic> yang ditemukan di lokasi penelitian dan diidentifikasi pada tingkat spesies. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 1.740 individu yang termasuk dalam 18 spesies, 12 famili, dan 6 ordo serangga ditemukan dalam kantong <italic>Nepenthes</italic>. Tiga spesies serangga yang paling dominan adalah nyamuk <italic>Aedes aegypti </italic>(Linnaeus) (36,21%), semut <italic>Tetramorium marginatum </italic>Forel (16,90 %), dan semut <italic>Anoplolepis gracilipes </italic>Smith (13,33%). Keanekaragaman serangga tertinggi ditemukan pada kantong dari <italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, diikuti oleh <italic>N. gracili</italic>s, dan <italic>N. ampullaria</italic>. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam komposisi serangga antar spesies <italic>Nepenthes</italic>. Temuan ini menunjukkan bahwa <italic>Nepenthes </italic>spp. di lokasi penelitian berfungsi sebagai perangkap alami bagi serangga dengan dominasi spesies tertentu.  Keberadaan <italic>Nepenthes </italic>di habitatnya dapat berperan dalam keseimbangan ekosistem, terutama dalam interaksi antara tumbuhan insektivora dan komunitas serangga.</p></abstract><kwd-group><kwd>ekologi</kwd><kwd>interaksi tumbuhan-serangga</kwd><kwd>tumbuhan insektivora</kwd></kwd-group><custom-meta-group><custom-meta><meta-name>File created by JATS Editor</meta-name><meta-value><ext-link xlink:title="JATS Editor" ext-link-type="uri" xlink:href="https://jatseditor.com">JATS Editor</ext-link></meta-value></custom-meta><custom-meta><meta-name>issue-created-year</meta-name><meta-value>2025</meta-value></custom-meta></custom-meta-group></article-meta></front><body><sec><title>PENDAHULUAN</title><p>Kantong semar (Nepenthaceae: <italic>Nepenthes</italic>) merupakan tumbuhan unik dan langka yang sering dijadikan sebagai tanaman hias <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-21">(Goh et al., 2020)</xref>. <italic>Nepenthes </italic>merupakan tumbuhan tropis yang ditemukan di Asia Tenggara, Seychelles, Madagaskar, dan Australia <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-38">(Moran et al., 2010)</xref>. Tahun 2021 tercatat 80 spesies, atau sekitar 44% dari total 181 spesies <italic>Nepenthes</italic>, ditemukan di Indonesia <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-31">(Mansur et al., 2021)</xref>. Sebanyak 39 spesies Nepenthes telah dilaporkan berasal dari pulau Sumatera <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-26">(Hernawati et al., 2022)</xref>.</p><p>Kantong semar dikategorikan sebagai tumbuhan insektivora yang mampu mencerna serangga yang terperangkap dalam organ berbentuk kantong pada ujung daun <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-30">(Mansur, 2012)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-2">(Anastasia et al., 2018)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-42">(Putir et al., 2022)</xref> untuk memenuhi kebutuhan proteinnya <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-23">(Handayani, 2005)</xref>; <xref rid="BIBR-39" ref-type="bibr">(Muryanto &amp; Putri, 2023)</xref>. Organ kantong pada tumbuhan kantong semar memiliki bentuk unik dan beranekaragam dalam ukuran dan warnanya.</p><p><italic>Nepenthes </italic>memiliki mekanisme unik dalam menjebak mangsa, yaitu menggunakan nektar dan warna kantong yang mencolok <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-11">(Bennett &amp; Ellison, 2009)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-18">(Farre et al., 2015)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-25">(Handayani, 2022)</xref>. Dinding kantong <italic>Nepenthes </italic>terdapat kelenjar lilin yang membuat bibir kantong menjadi licin sehingga serangga terperangkap ke dalam kantong <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-5">(Atikah et al., 2021)</xref>. Bagian dalam kantong <italic>Nepenthes </italic>terdapat enzim pencerna yang berperan untuk mengurai mangsa yang terperangkap dan dijadikan sebagai nutrisi <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-44">(Susanti &amp; Yamin, 2017)</xref>. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan ekstrim dengan tingkat keasaman tinggi dan kandungan unsur hara minim yang pada umumnya tumbuhan lain sulit hidup <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-24">(Handayani, 2021)</xref>.</p><p>Penelitian terkait serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di Indonesia sudah pernah dilakukan, di antaranya <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-41">(Panda &amp; Gunawan, 2017)</xref> melaporkan terdapat 8 famili serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>N. gracilis</italic> di area Kanal Eks PT. SSI Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-5">(Atikah et al., 2021)</xref> melaporkan 6 famili serangga yang terperangkap pada kantong atas dan kantong bawah <italic>N. rafflesiana</italic> di Sungai Koran Resort, Sebangau Hulu, Kalimantan. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-47">(Tarigan et al., 2024)</xref> melaporkan bahwa terdapat 10 famili serangga yang ditemukan dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian tentang keanekaragaman serangga yang terperangkap dalam tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di Aceh, khususnya di Aceh Barat Daya, belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan keanekaragaman serangga yang terperangkap pada kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>spp. di Desa Gunung Samarinda, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia.</p></sec><sec><title>BAHAN DAN METODE</title><sec><title>Lokasi dan waktu penelitian</title><p>Penelitian dilakukan pada Januari–Juli 2024 di Desa Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya, Aceh, Indonesia. Lokasi berada di sekitar jalan menuju perkebunan kelapa sawit, dengan koordinat 3°57’48.9”LU, 96°39’41.1”BT (<xref ref-type="fig" rid="figure-1">Gambar 1</xref>). Ketinggian lokasi penelitian berkisar 1–500 m dpl. Berdasarkan data iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi penelitian memiliki iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3.228–4.912 mm/tahun dan suhu 29 °C. Lokasi penelitian didominasi tanah berbatu dan berpasir yang miskin unsur hara. Vegetasi didominasi dengan tumbuhan semak, perdu, paku-pakuan, dan tumbuhan <italic>Melastoma malabathricum</italic>.</p></sec><sec><title>Pengambilan data tumbuhan kantong semar (<italic>Nepenthes</italic>)</title><p>Penelitian ini dilakukan dengan metode jelajah di lokasi penelitian. Sampel diambil menggunakan metode <italic>purposive sampling</italic>, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-40">(Nanik &amp; Setyaningsih, 2007)</xref>. Penelusuran dilakukan dengan berjalan mengikuti jalur yang telah ditentukan serta berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar. Setiap individu <italic>Nepenthes </italic>yang ditemukan di lapangan difoto menggunakan kamera, kemudian diamati secara langsung dengan mengamati karakter morfologinya <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-6">(Azra et al., 2023)</xref>. Karakter tersebut dicatat dan dideskripsikan. Tumbuhan kantong semar yang ditemukan juga dihitung jumlahnya serta dicatat warna dan diukur panjang kantongnya. Identifikasi <italic>Nepenthes </italic>spp. dilakukan berdasarkan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-15">(Cheek &amp; Jebb, 2013)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-28">(Lam &amp; Tan, 2020)</xref>.</p><fig id="figure-1" ignoredToc=""><label>Gambar 1</label><caption><p>Lokasi penelitian Aceh Barat Daya Titik merah merupakan lokasi ditemukan <italic>Nepenthes </italic>dan pengambilan sampel serangga yang terperangkap didalamnya.</p></caption><graphic xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/download/911/634/8571" mime-subtype="jpeg" mimetype="image"><alt-text>Image</alt-text></graphic></fig></sec><sec><title>Pengambilan data serangga</title><p>Pengambilan sampel serangga dilakukan secara langsung dari setiap kantong <italic>Nepenthes </italic>yang mengandung cairan dan serangga di dalamnya. Cairan dari kantong dituangkan ke dalam botol sampel melalui saringan berukuran 25 μm. Serangga yang tertinggal pada kertas saring kemudian diambil dan diawetkan menggunakan alkohol 70%, lalu disimpan dalam botol sampel. Setiap botol diberi label yang mencantumkan informasi <italic>Nepenthes </italic>dan lokasi pengambilan sampel. Pengamatan serangga dilakukan di bawah mikroskop stereo, dokumentasi dilakukan menggunakan kamera optilab di laboratorium Biosistematika dan Ekologi Hewan (BEH), Departemen Biologi, FMIPA, IPB University, Bogor. Identifikasi serangga dilakukan berdasarkan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-35">(McAlpine et al., 1987)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-14">(Borror et al., 1992)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-13">(Bolton, 1994)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-22">(Goulet &amp; Huber, 1993)</xref>; dan <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-16">(Capinera et al., 2008)</xref>.</p></sec><sec><title>Analisis data</title><p>Keanekaragaman serangga yang terperangkap pada kantong <italic>Nepenthes </italic>spp. dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H’), indeks kemerataan (E), dan Indeks dominansi (D) <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-33">(Magurran, 1988)</xref> menggunakan perangkat lunak R (R Core Team 2023). Jumlah individu dan spesies serangga yang terperangkap dalam kantong setiap spesies <italic>Nepenthes </italic>disajikan dalam bentuk diagram Sankey menggunakan R (R Core Team 2023). Analisis lanjutan dilakukan dengan <italic>analysis of similarity</italic> (ANOSIM) untuk melihat perbedaan komposisi serangga antar spesies <italic>Nepenthes</italic>. Hasilnya divisualisasikan menggunakan <italic>non-metric</italic><italic>multidimensional scaling</italic> (NMDS) yang dijalankan dengan perangkat lunak R (R Core Team 2023).</p></sec></sec><sec><title>HASIL</title><sec><title>Spesies <italic>Nepenthes</italic> yang ditemukan di lokasi penelitian</title><p>Tiga spesies <italic>Nepenthes </italic>dengan total 126 kantong ditemukan tumbuh di kawasan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga dan perkebunan kelapa sawit di Desa Gunung Samarinda, Kabupaten Aceh Barat Daya. Spesies tersebut adalah <italic>Nepenthes rafflesiana</italic> (45 kantong atas dan 28 kantong bawah), <italic>N. gracilis</italic> (35 kantong), dan <italic>N. ampullaria</italic> (18 kantong) (<xref ref-type="fig" rid="figure-2">Gambar 2</xref>). Ketiga spesies ini secara alami tumbuh di habitat terbuka yang terpengaruh oleh aktivitas manusia. Keberadaannya di lokasi penelitian menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan akibat pembukaan lahan.</p><p>Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, <italic>N. rafflesiana</italic> memiliki habitus liana dengan tinggi mencapai lebih dari 2–15 m yang merambat di atas pohon. <italic>N. rafflesiana</italic> memiliki dua jenis kantong, yaitu kantong atas dan kantong bawah. Kantong atas berbentuk seperti terompet dengan ujung bawah yang melengkung ke atas dengan warna dasar kantong hijau terang, serta corak bintik-bintik merah keunguan pada bagian dalam kantong. Panjang kantong berkisar 20–30 cm. Mulut kantong bulat hingga bulat telur, sedikit miring. Peristom tebal dan memanjang dengan tepi bergelombang serta berwarna merah kecoklatan. Penutup berbentuk lonjong, mengarah ke atas dan tidak sepenuhnya menutupi mulut katong (<xref ref-type="fig" rid="figure-2">Gambar 2</xref>A). Pada kantong bawah, kantong berbentuk lebih bulat menyerupai kendi. Panjang kantong bawah berkisar 17–24 cm. Warna dasar kantong merah keunguan dengan corak bintik-bintik hijau kekuningan. Peristom lebih lebar dan tebal, dengan tepi bergerigi tajam. Sepasang sayap lebar terlihat jelas menonjol di bagian depan kantong. Penutup kantong berukuran besar membentang kedepan, dan tidak menutup mulut kantong sepenuhnya (<xref ref-type="fig" rid="figure-2">Gambar 2</xref>B). <italic>Nepenthes rafflesiana</italic> memiliki ciri khas pada bentuk kantong yang memiliki ukuran lebih besar dari spesies <italic>Nepenthes </italic>lainnya.</p><p>Hasil penelitian menunjukkan <italic>N. gracilis</italic> yang ditemukan di lokasi penelitian hanya ditemukan keberadaan kantong atas dan memiliki tinggi antara 2–5 m. Kantong atas <italic>N. gracilis</italic> berbentuk lonjong di bagian bawah dan memanjang silindris di bagian atas. Panjang kantong sebesar 5–7 cm. Warna kantong didominasi hijau terang tanpa corak mencolok. Mulut kantong berbentuk bulat dengan peristom yang datar dan tidak bergerigi. Tutup kantong berbentuk bulat dan melebar, dengan permukaan atas bercak kemerahan. Kantong tidak memiliki sepasang sayap, namun hanya tampak garis pada bagian depan kantong (<xref ref-type="fig" rid="figure-2">Gambar 2</xref>C).</p><p>Sementara itu hasil penelitian di lapangan, spesies <italic>N. ampullaria</italic> merupakan spesies kantong semar yang paling jarang ditemukan selama penelitian. Spesies ini memiliki tinggi kurang dari 1 m. Spesies ini memiliki kantong berbentuk oval menyerupai guci. Panjang kantong berkisar 6,5–8,5 cm. Peristom tebal, melengkung ke arah dalam, dan bagian tepinya memiliki struktur bergerigi halus. Warna kantong didominasi hijau tua dengan corak merah keunguan yang menyebar pada permukaan luar. Tutup kantong berbentuk lanset dan mengarah ke belakang sehingga tidak menutupi mulut kantong secara penuh (<xref rid="figure-2" ref-type="fig">Gambar 2</xref>D). Seluruh karakteristik ini diamati langsung pada individu yang ditemukan di lapangan.</p></sec><sec><title>Keanekaragaman dan komposisi serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes</italic></title><p>Serangga yang dikoleksi dari 126 kantong <italic>Nepenthes </italic>yang mewakili tiga spesies tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di lokasi penelitian, dengan total 1.740 individu yang tergolong dalam 18 spesies, 11 famili, dan 6 ordo. Keenam ordo tersebut adalah Orthoptera, Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, Mantodea, dan Lepidoptera (<xref ref-type="table" rid="table-1">Tabel 1</xref>). <italic>Nepenthes rafflesiana</italic> memiliki jumlah individu serangga, jumlah spesies, dan jumlah famili tertinggi dibandingkan dengan <italic>N. gracilis</italic>, dan <italic>N. ampullaria</italic>. Keanekaragaman serangga (H’) tertinggi juga ditemukan pada <italic>N. rafflesiana</italic>, diikuti oleh <italic>N. gracilis</italic>, dan <italic>N. ampullaria</italic>. Namun, <italic>N. rafflesiana</italic> menunjukkan dominansi terendah, yang mengindikasikan distribusi serangga di kantongnya lebih merata.</p><p>Ordo Hymenoptera merupakan kelompok yang paling dominan secara keseluruhan, dengan spesies dari Famili Formicidae, seperti semut <italic>Anoplolepis gracilipes</italic> Smith dan <italic>Tetramorium marginatum</italic> Forel menjadi kontributor utama jumlah individu terbesar. Selain itu, Ordo Diptera, terutama spesies <italic>Aedes aegypti</italic> (Linnaeus), juga menunjukkan dominansi signifikan di semua spesies <italic>Nepenthes</italic>. Secara keseluruhan, perbedaan struktur kantong, seperti ukuran kantong, bentuk peristom, dan warna kantong, pada masing-masing spesies <italic>Nepenthes </italic>diduga mempengaruhi keragaman dan dominansi serangga yang terperangkap, meskipun kondisi lingkungan di masing-masing spesies tidak menunjukkan adanya perbedaan.</p><p>Terdapat lima spesies serangga dari 3 famili serangga berbeda ditemukan pada ketiga spesies <italic>Nepenthes</italic>, yaitu <italic>A. aegypti</italic>, <italic>A. gracilipes</italic>, <italic>Drosophilla melanogaster</italic> Meigen, <italic>Diacamma intricatum</italic> (Smith), dan <italic>Locusta migratoria</italic> (Linnaeus) (<xref ref-type="fig" rid="figure-3">Gambar 3</xref>). Hal ini menggambarkan bahwa ketiga spesies tumbuhan tersebut memiliki daya tarik yang sama bagi beberapa spesies serangga.</p><fig id="figure-2" ignoredToc=""><label>Gambar 2</label><caption><p>Spesies <italic>Nepenthes </italic>A: <italic>N. rafflesiana</italic> kantong atas; B: <italic>N. rafflesiana</italic> kantong bawah; C: <italic>N. gracilis</italic>; D: <italic>N. ampullaria</italic></p></caption><graphic mime-subtype="jpeg" mimetype="image" xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/download/911/634/8572"><alt-text>Image</alt-text></graphic></fig><table-wrap id="table-1" ignoredToc=""><label>Tabel 1</label><caption><p>Keanekaragaman serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di Desa Gunung Samarinda, Aceh Barat Daya, Aceh. N menunjukkan jumlah kantong</p></caption><table rules="all" frame="box"><thead><tr><th align="left" colspan="1" valign="middle">Ordo</th><th valign="middle" align="center" colspan="1" rowspan="3"><italic>N. rafflesiana</italic> (N = 73)</th><th rowspan="3" valign="middle" align="center" colspan="1"><p>N. gracilis</p><p>(N = 35)</p></th><th rowspan="3" valign="middle" align="center" colspan="1"><p>N. ampullaria</p><p>(N = 18)</p></th><th colspan="1" rowspan="3" valign="middle" align="center"><p>Total</p><p>(N = 126)</p></th><th align="center" colspan="1" rowspan="3" valign="middle">Persentase (%)</th></tr><tr><th align="left" colspan="1" valign="middle">     Famili</th></tr><tr><th align="left" colspan="1" valign="middle">          Species</th></tr></thead><tbody><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">Orthoptera</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Acrididae</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1"><italic> Locusta migratoria</italic></td><td valign="middle" align="center" colspan="1">36</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">6</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">3</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">45</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">2,59</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">     Grylidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Gryllidae </italic>sp.</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">7</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">7</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,40</td></tr><tr><td colspan="1" valign="middle" align="left"><italic>Zebragrillus witoto</italic></td><td valign="middle" align="center" colspan="1">6</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">6</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,34</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">Coleoptera</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">     Carabidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Pheropsophus verticalis</italic></td><td align="center" colspan="1" valign="middle">12</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">1</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">13</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,75</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1"><italic>Pericalus </italic>sp.</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">10</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">10</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0,57</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">Diptera</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Culicidae</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1"><italic>Aedes aegipty</italic></td><td valign="middle" align="center" colspan="1">340</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">215</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">75</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">630</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">36,21</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Aedes albopictus</italic></td><td align="center" colspan="1" valign="middle">108</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">3</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">111</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">6,38</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Drosophilidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Drosopila melanogaster</italic></td><td valign="middle" align="center" colspan="1">21</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">21</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">1,21</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">Hymenoptera</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Formicidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">          Camponotus maculatus</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">53</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">53</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">3,05</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1">          Camponotus tanaemyrmex</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">19</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">35</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">54</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">3,10</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1">          Diacamma intricatum</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">129</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">63</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">14</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">206</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">11,84</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">          Anoplolepis gracillipes</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">169</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">45</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">18</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">232</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">13,33</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">          Tetramorium marginatum</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">154</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">85</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">55</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">294</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">16,90</td></tr><tr><td colspan="6" valign="middle" align="left">     Mutilidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Mutilidae </italic>sp.</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">14</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">3</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">17</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,98</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Vespidae</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1"><italic>Ropalidia fasciata</italic></td><td align="center" colspan="1" valign="middle">16</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">3</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">19</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">1,09</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">     Tenthredinoidea</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1"><italic>Tenthredinoidea </italic>sp.</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">5</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">5</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0,29</td></tr><tr><td align="left" colspan="6" valign="middle">Mantodea</td></tr><tr><td valign="top" align="left" colspan="6">     Mantidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Mantis </italic>sp.</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">10</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">4</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">14</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0,80</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">Lepidoptera</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="6">     Pyralidae</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle"><italic>Pyralidae </italic>sp.</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">3</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">3</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0,17</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">Jumlah ordo</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">6</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">4</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">4</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">6</td><td valign="middle" align="center" colspan="1" rowspan="7"></td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1">Jumlah famili</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">11</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">7</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">4</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">11</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">Jumlah individu</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">1107</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">467</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">166</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">1.740</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">Jumlah spesies</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">17</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">11</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">6</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">18</td></tr><tr><td valign="middle" align="left" colspan="1">Indeks Shannon Wienner (H’)</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">2,13</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">1,59</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">1,27</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">2,02</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">Indeks kemerataan (E)</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0,75</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0,66</td><td align="center" colspan="1" valign="middle">0,71</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,69</td></tr><tr><td align="left" colspan="1" valign="middle">Indeks dominansi (D)</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0,16</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,27</td><td colspan="1" valign="middle" align="center">0,33</td><td valign="middle" align="center" colspan="1">0,98</td></tr></tbody></table></table-wrap><p>Berdasarkan diagram Sankey, terdapat asosiasi serangga yang berbeda-beda pada ketiga spesies <italic>Nepenthes </italic>yang diteliti (<xref ref-type="fig" rid="figure-5">Gambar 4</xref>). <italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, yang memiliki dua tipe kantong, yaitu kantong atas dan kantong bawah, menunjukkan keragaman serangga yang lebih tinggi. Kantong atas pada <italic>N. rafflesiana</italic> memerangkap lebih banyak serangga, seperti nyamuk <italic>A. aegypti</italic> dan <italic>A. albopictus</italic> (Skuse) (Culicidae), semut dari Famili Formicidae (<italic>D. intricatum</italic>, <italic>A. gracilipes</italic>, <italic>Camponotus maculatus</italic> (Fabricius), dan <italic>T. marginatum</italic>), serta serangga lain, seperti <italic>L. migratoria</italic> (Acrididae), <italic>Pheropsophus verticalis</italic> (Dejean) (Carabidae), <italic>Rompalidia fasciata</italic> (Fabricius) (Vespidae), dan <italic>D. melanogaster</italic> (Drosophilidae). Selain itu, terdapat juga serangga dari Famili Mutilidae, Pompilidae, dan Pyralidae. Sebaliknya, kantong bawah <italic>N. rafflesiana</italic> didominasi oleh serangga dari Famili Formicidae, seperti <italic>D. intricatum</italic> dan <italic>C. maculatus,</italic> serta serangga dari Famili Gryllidae, seperti <italic>Zebragrillus witoto</italic> dan spesies <italic>Gryllidae </italic>sp.</p><p><italic>Nepenthes gracilis</italic>, yang hanya memiliki kantong atas, lebih banyak memerangkap serangga dari Famili Culicidae, yaitu nyamuk <italic>A. aegypti</italic> dan <italic>A. albopictus</italic>. Kantong atas <italic>N. gracilis</italic> juga menangkap serangga dari Famili Formicidae, seperti <italic>D. intricatum</italic>, <italic>A. gracilipes</italic>, <italic>Camponotus tanaemyrmex</italic> Ashmead, dan <italic>T. marginatum</italic>, serta serangga dari ordo lain, seperti <italic>L. migratoria</italic> (Acrididae), <italic>Mantis </italic>sp. (Mantidae), dan <italic>R. fasciata</italic> (Vespidae), serta <italic>Mutilidae</italic>. <italic>Nepenthes ampullaria</italic>, yang hanya memiliki kantong bawah, cenderung menangkap lebih sedikit serangga, dengan spesies yang terperangkap antara lain semut dari Famili Formicidae, seperti <italic>D. intricatum</italic>, <italic>A. gracilipes</italic>, dan <italic>T. marginatum</italic>, serta serangga dari ordo Mantidae (<italic>Mantis </italic>sp.) dan larva nyamuk <italic>A. aegypti</italic>.</p><p>Diagram Sankey ini menunjukkan bahwa kantong pada tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>memengaruhi jumlah dan keragaman serangga yang terperangkap. Kantong atas cenderung lebih efektif dalam memerangkap lebih banyak spesies serangga, sedangkan kantong bawah meskipun ada, hanya menangkap serangga dalam jumlah yang lebih sedikit. <italic>N. rafflesiana</italic>, dengan kedua tipe kantong, memiliki keragaman serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan <italic>N. gracilis</italic> dan <italic>N. ampullaria</italic>, yang masing-masing hanya memiliki satu tipe kantong.</p><fig id="figure-3" ignoredToc=""><label>Gambar 3</label><caption><p>Spesies serangga dominan yang berasosiasi dengan tumbuhan <italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, <italic>N. gracilis</italic>, dan <italic>N. ampularia</italic>. A: <italic>Diacamma intricatum</italic>; B: <italic>Anoplolepis gracilipes</italic>; C: <italic>Drosophila melanogaster</italic>; D: <italic>Aedes aegypti</italic>; E: <italic>Lacosta migratoria.</italic></p></caption><graphic xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/download/911/634/8573" mime-subtype="jpeg" mimetype="image"><alt-text>Image</alt-text></graphic></fig><fig id="figure-5" ignoredToc=""><label>Gambar 4</label><caption><p>Sankey plot keanekaragaman serangga yang terperangkap dalam tiga spesies kantong tumbuhan <italic>Nepenthes</italic></p></caption><graphic mime-subtype="jpeg" mimetype="image" xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/download/911/634/8574"><alt-text>Image</alt-text></graphic></fig><p>Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan spesies tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>tidak memengaruhi komposisi spesies serangga yang terperangkap di dalamnya (ANOSIM statistik R = 0,02; P = 0,27). Demikian juga, individu kantong yang berbeda juga tidak menunjukkan komposisi serangga berbeda (R = 0,009; P = 0,43). Adanya <italic>overlap </italic>pada grafik menunjukkan juga bahwa komposisi serangga antar spesies <italic>Nepenthes </italic>maupun antar kantong individu <italic>Nepenthes </italic>tidak menunjukkan banyak perbedaan (<xref rid="figure-4" ref-type="fig">Gambar 5</xref>).</p></sec></sec><sec><title>PEMBAHASAN</title><p>Kantong pada tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>dikelompokkan berdasarkan posisi kantong, yaitu kantong atas dan kantong bawah. Kantong atas ditemukan pada batang tumbuhan dewasa, bentuk kantong ramping, memanjang, dan berukuran besar. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-27">(Khairil et al., 2015)</xref> menyatakan kantong atas merupakan hasil modifikasi daun dari tumbuhan dewasa, berukuran lebih besar dari kantong bawah, berbentuk seperti terompet. Hal serupa juga ditemukan dalam penelitian <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-43">(Simbolon et al., 2021)</xref> yang menyatakan bahwa spesies ini memiliki kantong berwarna hijau dan berbentuk, seperti terompet, kantong bawah berwarna hijau, didominasi dengan bercak merah dengan kantong berbentuk kendi. Berdasarkan hasil penelitian kantong atas tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>ditemukan merupakan hasil modifikasi daun tumbuhan roset dan tumbuh di atas permukaan tanah. Kantong bawah umumnya ditemukan pada tumbuhan yang masih muda atau batang yang masih roset, bentuk bagian bawah kantong membulat silindris ke arah atas, dan melebar ke arah peristome <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-48">(Utari et al., 2023)</xref>.</p><p>Berdasarkan hasil penelitian, tumbuhan <italic>N. gracilis</italic> yang ditemukan di lokasi penelitian hanya memiliki kantong atas. Hal ini karena tumbuhan yang ditemukan sudah dewasa dan bukan lagi tumbuhan roset. <italic>Nepenthes gracilis</italic> yang ditemukan di lokasi penelitian memiliki kantong dengan ukuran kecil, berwarna hijau polos, memiliki sayap pada bagian depan kantong, memiliki tutup kantong yang proporsional, dan terdapat motif garis-garis merah pada penutup kantong. Hal ini sejalan dengan penelitian, <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-4">(Arwindo et al., 2022)</xref> menyatakan bahwa <italic>N. gracilis</italic> memiliki kantong dengan ukuran kecil berwarna hijau, berbentuk seperti tabung berpinggang, bagian bawah kantong membulat, mulut menyempit, dan memiliki sayap. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-3">(Armanda &amp; T, 2020)</xref> juga melaporkan spesies ini memiliki bentuk kantong seperti gelas, warna hijau kekuningan dengan motif merah, memiliki sayap seperti renda dan memiliki bentuk tutup kantong yang tidak proporsional.</p><p>Keanekaragaman serangga yang terperangkap dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>di lokasi penelitian tergolong sedang. Keanekaragaman serangga yang terperangkap berkaitan dengan jumlah spesies dan persebaran tumbuhan <italic>Nepenthes </italic><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-32">(Mansur et al., 2023)</xref>. Berdasarkan hasil penelitian, <italic>N. rafflesiana</italic> paling banyak memerangkap jumlah individu serangga (1.107 individu). Hasil ini sejalan dengan penelitian <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-29">(Lam et al., 2020)</xref>, pada <italic>N. rafflesiana</italic> di Singapura, yaitu 160 individu serangga yang termasuk dalam 60 famili dan 16 ordo terperangkap dalam 78 kantong.</p><fig ignoredToc="" id="figure-4"><label>Gambar 5</label><caption><p><italic>Non-metric multidimensional scaling </italic>(NMDS) yang menunjukkan komposisi spesies serangga pada tiga spesies <italic>Nepenthes</italic>: <italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, <italic>Nepenthes gracilis</italic>, dan <italic>Nepenthes ampullaria.</italic></p></caption><graphic mime-subtype="jpeg" mimetype="image" xlink:href="https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/download/911/634/8575"><alt-text>Image</alt-text></graphic></fig><p>Perbedaan jumlah serangga yang ditemukan pada ketiga spesies <italic>Nepenthes </italic>disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ukuran, warna dan corak kantong, bentuk peristome, serta nektar dan aroma yang dihasilkan tumbuhan tersebut <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-50">(Wong et al., 2021)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-46">(Tarigan et al., 2023)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-32">(Mansur et al., 2023)</xref>. Penelitian ini juga mendapatkan larva nyamuk hidup di dalam kantong tumbuhan <italic>Nepenthes</italic>. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-19">(Gaume et al., 2019)</xref> menyatakan adanya pakan alami, yaitu plankton dalam cairan di dalam kantong sebagai sumber makanan bagi larva nyamuk. Serangga yang berasosiasi dengan <italic>Nepenthes </italic>tidak semua menjadi mangsa karena cairan dalam kantong <italic>Nepenthes </italic>juga dijadikan sebagai habitat bagi larva nyamuk. Nyamuk dewasa meletakkan telurnya pada dinding kantong. Penelitian ini menemukan larva nyamuk dari Famili Culicidae yang masih dalam keadaan aktif (<italic>viable</italic>), dengan beberapa di antaranya menunjukkan tahap perkembangan menjadi pupa. Beberapa penelitian juga melaporkan berbagai serangga yang terdapat pada kantong <italic>Nepenthes </italic>dalam bentuk larva dan pupa, yang ditemukan dalam keadaan aktif, dengan kondisi utuh <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-37">(Mogi, 2010)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-12">(Bittleston et al., 2015)</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-34">(Maysarah &amp; A, 2016)</xref>. <xref rid="BIBR-24" ref-type="bibr">(Handayani, 2021)</xref> melaporkan bahwa cairan dalam kantong <italic>Nepenthes </italic>dijadikan sebagai habitat bagi hewan-hewan kecil, salah satunya larva nyamuk. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-49">(Vong et al., 2021)</xref> juga melaporkan 5 spesies larva nyamuk pada kantong <italic>N. mirabilis</italic> var. <italic>mirabilis </italic>di Songkhla Thailand. Sebagian besar serangga yang ditemukan pada kantong ketiga tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>yang diamati ditemukan sudah mati dengan tubuh yang masih utuh.</p><p>Penelitian ini juga menunjukkan hubungan antara semut (Famili Formicidae) dan tumbuhan <italic>Nepenthes</italic>. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-10">(Bazille et al., 2012)</xref> melaporkan bahwa semut <italic>Camponotus schmitzi</italic> (Starcke) berinteraksi dengan tumbuhan <italic>N. bicalcarata</italic>. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-9">(Bauer et al., 2012)</xref> juga melaporkan interaksi antara semut dan <italic>N. gracilis</italic> bahwa <italic>Nepenthes </italic>menghasilkan nektar sebagai sumber pakan semut, sedangkan <italic>Nepenthes </italic>mendapatkan nutrisi dari semut yang terperangkap dalam kantong. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-7">(Baby et al., 2017)</xref> melaporkan <italic>Gryllidae </italic>juga ditemukan dalam kantong <italic>Nepenthes </italic>karena ketertarikan terhadap warna pada kantong <italic>Nepenthes</italic>. Warna kantong Nepenthes juga menarik berbagai spesies serangga, termasuk <italic>Zebragrillus witoto</italic><xref ref-type="bibr" rid="BIBR-45">(Takeuchi et al., 2015)</xref>.</p><p>Berdasarkan hasil visualisasi data dalam diagram Sankey, <italic>N. rafflesiana</italic> yang memiliki dua tipe kantong, mampu menjebak serangga dalam jumlah dan keanekaragaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan <italic>N. gracilis</italic> dan <italic>N. ampullaria</italic> yang masing-masing hanya memiliki satu tipe kantong. Kantong atas dari <italic>N. rafflesiana</italic> secara khusus menunjukkan efektivitas lebih besar terhadap serangga terbang, termasuk nyamuk dan semut. Sebaliknya, kantong bawah dari spesies yang sama serta kantong atas dan bawah pada dua spesies lainnya menjebak serangga dalam jumlah lebih sedikit. Perbedaan ini dapat dijelaskan melalui variasi morfologis kantong.</p><p>Perbedaan jumlah dan keragaman serangga yang terperangkap pada berbagai spesies kantong <italic>Nepenthes </italic>ini dapat dijelaskan oleh peran morfologi kantong dalam memengaruhi spesies serangga yang tertarik. Kantong atas dengan ukuran yang lebih besar dan kedalaman yang berbeda cenderung lebih efektif dalam memerangkap beragam spesies serangga dibandingkan dengan kantong bawah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa bentuk kantong dan mekanisme perangkap pada tumbuhan pemangsa dapat memengaruhi spesies serangga yang terperangkap <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-17">(Chin et al., 2014)</xref>.</p><p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kantong atas <italic>N. rafflesiana</italic> lebih efektif dalam menangkap serangga terbang. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-8">(Bauer et al., 2015)</xref> melaporkan bahwa keberadaan kantong bawah tetap penting karena dapat menangkap serangga yang lebih kecil atau lebih spesifik. Kantong atas cenderung lebih efektif dalam memerangkap lebih banyak spesies serangga, sedangkan kantong bawah lebih sedikit. <italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, dengan dua tipe kantong, memiliki keragaman serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan <italic>N. gracilis</italic> dan <italic>N. ampularia</italic>, yang masing-masingnya hanya memiliki satu tipe kantong. Hal ini menunjukkan bahwa kedua tipe kantong (kantong atas dan bawah) pada <italic>Nepenthes </italic>saling melengkapi dalam strategi pemangsaan, dengan masing-masing berkontribusi terhadap keberagaman dan efisiensi perangkap serangga.</p><p>Analisis ANOSIM pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kesamaan komposisi komunitas serangga yang terperangkap di dalam kantong tiga spesies tumbuhan <italic>Nepenthes</italic>. Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam komposisi serangga antar tiga spesies <italic>Nepenthes </italic>(<italic>Nepenthes rafflesiana</italic>, <italic>N. gracilis</italic>, dan <italic>N. ampullaria</italic>). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lokasi yang sama, kesamaan karakteristik lingkungan, dan dominansi ordo serangga tertentu. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-1">(Adam et al., 2011)</xref> yang melaporkan adanya ketiga spesies <italic>Nepenthes </italic>berada di lokasi yang sama dengan jarak antar tumbuhan yang relatif dekat. Kondisi ini memungkinkan adanya tumpang tindih habitat yang dihuni oleh spesies serangga yang serupa. <xref rid="BIBR-20" ref-type="bibr">(Gilbert et al., 2020)</xref> melaporkan bahwa lingkungan tempat ketiga spesies tumbuh memiliki kondisi abiotik, seperti suhu, kelembapan, dan jenis tanah yang serupa. Faktor ini mendukung keberadaan komunitas serangga yang homogen. <xref ref-type="bibr" rid="BIBR-17">(Chin et al., 2014)</xref>. juga menyatakan bahwa serangga yang terperangkap, seperti semut dari ordo Hymenoptera, sering menjadi dominan di habitat ini sehingga dominasi ini mengurangi variasi serangga antar spesies yang berbeda.</p><p>Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan dalam komposisi komunitas serangga di tiga tipe kantong <italic>Nepenthes</italic>, diikuti dengan faktor-faktor abiotik dan biotik yang sama juga sehingga dapat mempengaruhi struktur komunitas serangga di habitat tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi konservasi <italic>Nepenthes </italic>beserta ekosistemnya, termasuk interaksinya dengan komunitas serangga yang bergantung pada <italic>Nepenthes</italic>.</p></sec><sec><title>KESIMPULAN</title><p>Tiga spesies tumbuhan <italic>Nepenthes </italic>yang ditemukan di Desa Gunung Samarinda, yaitu <italic>N. rafflesiana</italic>, <italic>N. gracilis</italic>, dan <italic>N. ampullaria</italic>. Serangga ditemukan dalam kantong tiga spesies <italic>Nepenthes </italic>sebanyak 1.740 individu yang termasuk dalam 18 spesies, 12 famili dan 6 ordo. Keanekaragaman serangga tertinggi yang terperangkap ditemukan pada <italic>N. rafflesiana</italic> (H’=2,13), diikuti <italic>N. gracilis</italic> (H’=1,59) dan <italic>N. ampullaria</italic> (H’=1,27). Tiga spesies serangga yang ditemukan dominan nyamuk <italic>A. aegypti</italic>, semut <italic>O. smaradigna</italic>, dan semut <italic>T. marginatum</italic>. Nyamuk (Culicidae) dan semut (Formicidae) ditemukan pada tiga spesies <italic>Nepenthes</italic>. Komposisi spesies serangga yang terjebak pada ketiga <italic>Nepenthes </italic>menunjukkan tidak berbeda nyata.</p></sec></body><back><ref-list><title>DAFTAR PUSTAKA</title><ref id="BIBR-1"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Species composition and dispersion pattern of pitcher plants recorded from Rantau Abang in Marang District, Terengganu State of Malaysia</article-title><source>International Journal of Botany</source><volume>7</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Adam</surname><given-names>J.H.</given-names></name><name><surname>Hamid</surname><given-names>H.A.</given-names></name><name><surname>Juhari</surname><given-names>M.A.A.</given-names></name></person-group><year>2011</year><fpage>162</fpage><lpage>169</lpage><page-range>162-169</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.3923/ijb.2011.162.169</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-2"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Variasi morfometrik dan pengelompokan spesies kantong semar (Nepenthes spp.) di desa simpang kasturi kecamatan mandor</article-title><source>Jurnal Protobion</source><volume>7</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Anastasia</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Turnip</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Linda</surname><given-names>R.</given-names></name></person-group><year>2018</year><fpage>29</fpage><lpage>36</lpage><page-range>29-36</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-3"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Population and phenotype characterization of pitcher plant (Nepenthes spp.) in Palawan forest biodiversity park at Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province</article-title><source>Media Konservasi</source><volume>25</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Armanda</surname><given-names>Anggraeni</given-names></name><name><surname>T</surname><given-names>Wahyuni</given-names></name></person-group><year>2020</year><fpage>89</fpage><lpage>97</lpage><page-range>89-97</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.29244/medkon.25.1.89-97</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-4"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Keanekaragaman dan pola distribusi kantong semar (Nepenthes spp.) di Bukit Bentuang Dusun Punti Tapau Kecamatan Entikong Kabupaten Sangau</article-title><source>Journal of Biotechnology and Conservation in Wallacea</source><volume>2</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Arwindo</surname><given-names>V.</given-names></name><name><surname>Ifadatin</surname><given-names>S.</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>Rafdinal</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>59</fpage><lpage>70</lpage><page-range>59-70</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-5"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Komposisi serangga yang terperangkap pada kantong atas dan kantong bawah Nepenthes rafflesiana di sungai koran resort, sebangau hulu</article-title><source>Journal of Environment and Management</source><volume>2</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Atikah</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Sunariyati</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Gunawan</surname><given-names>Edy</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>Y.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>206</fpage><lpage>211</lpage><page-range>206-211</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.37304/jem.v2i3.4380</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-6"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Hubungan kekerabatan Nepenthes hybrid hasil persilangan alami antara Nepenthes mirabilis (lour) druce dan Nepenthes reindwardtiana miq berdasarkan karakter morfologi</article-title><source>Jurnal Floribunda</source><volume>7</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Azra</surname><given-names>O.D.</given-names></name><name><surname>Ifadatin</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Lovadi</surname><given-names>I.</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>Rafdinal</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>116</fpage><lpage>123</lpage><page-range>116-123</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.32556/floribunda.v7i3.2023.427</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-7"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Nepenthes pitchers are CO2-enriched cavities, that emit CO2 to attract prey</article-title><source>Scientific Report</source><volume>7</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Baby</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Johnson</surname><given-names>A.J.</given-names></name><name><surname>Zachariah</surname><given-names>E.J.</given-names></name><name><surname>Hussain</surname><given-names>A.A.</given-names></name></person-group><year>2017</year><fpage>1</fpage><lpage>10</lpage><page-range>1-10</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1038/s41598-017-11414-7</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-8"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Carnivorous Nepenthes pitcher plants are a rich food source for a diverse vertebrate community</article-title><source>Journal of Natural History</source><volume>50</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bauer</surname><given-names>U.</given-names></name><name><surname>Rembold</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Grafe</surname><given-names>U.</given-names></name></person-group><year>2015</year><fpage>7</fpage><lpage>8</lpage><page-range>7-8</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1080/00222933.2015.1059963</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-9"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>With a flick of the lid: a novel trapping mechanism in Nepenthes gracilis pitcher plant</article-title><source>Plos One</source><volume>7:e38951</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bauer</surname><given-names>U.</given-names></name><name><surname>Giusto</surname><given-names>D.B.</given-names></name><name><surname>Skepper</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Grafe</surname><given-names>U.T.</given-names></name><name><surname>Federle</surname><given-names>W.</given-names></name></person-group><year>2012</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1371/journal.pone.0038951</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-10"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>A Carnivorous plant fed by its ant symbiont: A unique multi-faceted nutritional mutualism</article-title><source>PLoS One</source><volume>7:e36179</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bazille</surname><given-names>V.</given-names></name><name><surname>Moran</surname><given-names>J.A.</given-names></name><name><surname>Le</surname><given-names>M.G.</given-names></name><name><surname>Marshall</surname><given-names>D.J.</given-names></name><name><surname>Gaume</surname><given-names>L.</given-names></name></person-group><year>2012</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1371/journal.pone.0036179</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-11"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Nectar, not color, may lure insects to their death</article-title><source>Biology Letters</source><volume>5</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bennett</surname><given-names>K.F.</given-names></name><name><surname>Ellison</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2009</year><fpage>469</fpage><lpage>472</lpage><page-range>469-472</page-range><comment>DOI:</comment><pub-id pub-id-type="doi">10.1098/rsbl.2009.0161</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-12"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Metabarcoding as a tool for investigating arthropod diversity in Nepenthes pitcher plants</article-title><source>Austral Ecology</source><volume>41</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bittleston</surname><given-names>L.S.</given-names></name><name><surname>Baker</surname><given-names>C.C.M.</given-names></name><name><surname>Strominger</surname><given-names>L.B.</given-names></name><name><surname>Pringle</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Pierce</surname><given-names>N.E.</given-names></name></person-group><year>2015</year><fpage>120</fpage><lpage>132</lpage><page-range>120-132</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1111/aec.12271</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-13"><element-citation publication-type="book"><article-title>Identification Guide to The Ant Genera of The Word</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Bolton</surname><given-names>B.</given-names></name></person-group><year>1994</year><publisher-name>United States of America</publisher-name><publisher-loc>America</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-14"><element-citation publication-type="chapter"><article-title>Pengenalan Pelajaran Serangga</article-title><source>Terjemahan oleh Soetiyono Partosoedjono</source><person-group person-group-type="author"><name><surname>Borror</surname><given-names>D.J.</given-names></name><name><surname>Triplehorn</surname><given-names>C.A.</given-names></name><name><surname>Johnson</surname><given-names>N.F.</given-names></name></person-group><year>1992</year><publisher-name>Gadjah Mada University Press</publisher-name><publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc><edition>6th</edition></element-citation></ref><ref id="BIBR-15"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>In the Philippines, there is a recircumscription of the Nepenthes alata group (Caryophyllales: Nepenthaceae) with four new species</article-title><source>European Journal of Taxonomy</source><volume>69</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Cheek</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Jebb</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2013</year><fpage>1</fpage><lpage>23</lpage><page-range>1-23</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.5852/ejt.2013.69</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-16"><element-citation publication-type="book"><article-title>Encyclopedia of Entomology</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Capinera</surname><given-names>Jhon L.</given-names></name><name><surname>Clercq</surname></name><name name-style="given-only"><given-names>Patrick</given-names></name></person-group><year>2008</year><publisher-name>Springer Science and Business Media</publisher-name><publisher-loc>Florida</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-17"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Interspecific variation in prey capture behavior by co occurring Nepenthes pitcher plants: Evidence for resource partitioning or sampling-scheme artifacts?</article-title><source>Plant Signaling &amp; Behavior</source><volume>9:e27930</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Chin</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Chung</surname><given-names>A.Y.</given-names></name><name><surname>Clarke</surname><given-names>C.</given-names></name></person-group><year>2014</year><pub-id pub-id-type="doi">10.4161/psb.27930</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-18"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Relationships among floral VOC emissions, floral rewards and visits of pollinators in five plant species of Mediterranean shrub land</article-title><source>Plant Ecology and Evolution</source><volume>148</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Farre</surname><given-names>A.G.</given-names></name><name><surname>Filella</surname><given-names>I.</given-names></name><name><surname>Llusia</surname><given-names>J.</given-names></name><name><surname>Penuelas</surname><given-names>J.</given-names></name></person-group><year>2015</year><fpage>90</fpage><lpage>99</lpage><page-range>90-99</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.5091/plecevo.2015.963</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-19"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>The biotic and abiotic drivers of living diversity in the deadly traps of Nepenthes pitcher plants</article-title><source>Biodiversity and Conservation</source><volume>28</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Gaume</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Bazille</surname><given-names>V.</given-names></name><name><surname>Bousses</surname><given-names>P.</given-names></name><name><surname>G</surname><given-names>Le</given-names></name><name><surname>Marshall</surname><given-names>J.D.</given-names></name></person-group><year>2019</year><fpage>345</fpage><lpage>362</lpage><page-range>345-362</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s10531-018-1658-z</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-20"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Tropical pitcher plants (Nepenthes ) act as ecological filters by altering properties of their fluid microenvironments</article-title><volume>10</volume><issue>4431</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Gilbert</surname><given-names>K.J.</given-names></name><name><surname>Bittleston</surname><given-names>L.S.</given-names></name><name><surname>Tong</surname><given-names>W.</given-names></name><name><surname>Pierce</surname><given-names>N.E.</given-names></name></person-group><year>2020</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1038/s41598-020-61193-x</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-21"><element-citation publication-type="report"><article-title>Transcriptome-wide shift from photosynthesis and energy metabolism upon endogenous fluid protein depletion in young Nepenthes ampullaria pitchers</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Goh</surname><given-names>H.H.</given-names></name><name><surname>Baharin</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Salleh</surname><given-names>F.</given-names></name><name><surname>Imadi</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Ravee</surname><given-names>R.</given-names></name><name><surname>Zakaria</surname><given-names>W.N.A.W.</given-names></name><name><surname>Noor</surname><given-names>N.M.</given-names></name></person-group><year>2020</year><comment>Scientific Reports.10:1–17. DOI:</comment><pub-id pub-id-type="doi">10.1038/s41598-020-63696-z</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-22"><element-citation publication-type="book"><article-title>Hymenoptera of The World: An Identification Guide to Families</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Goulet</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Huber</surname><given-names>T.J.</given-names></name></person-group><year>1993</year><publisher-name>Agriculture Canada</publisher-name><publisher-loc>Otawa</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-23"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Diversity and growth behavior of Nepenthes (pitcher plants) in Tanjung Putting National Park, Central Kalimantan Province</article-title><source>Biodiv</source><volume>6</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Handayani</surname><given-names>T.</given-names></name></person-group><year>2005</year><fpage>248</fpage><lpage>252</lpage><page-range>248-252</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d060407</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-24"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Peranan tanaman kantong semar (Nepenthes spp.) dalam kehidupan manusia dan lingkungannya</article-title><source>Gunung Djati Conference Series</source><volume>6</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Handayani</surname><given-names>T.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>11</fpage><lpage>18</lpage><page-range>11-18</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-25"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Interaksi antara tanaman dengan semut: studi kasus pada Nepenthes mirabilis druce di kebun raya bogor</article-title><source>Prosiding SNPBS</source><volume>6</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Handayani</surname><given-names>T.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>406</fpage><lpage>412</lpage><page-range>406-412</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-26"><element-citation publication-type="chapter"><article-title>Utilization and conservation of Nepenthes ampullaria Jack</article-title><source>In the tradition of the kenduri SKO Community of Kerinci</source><person-group person-group-type="author"><name><surname>Hernawati</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Zuhud</surname><given-names>E.A.M.</given-names></name><name><surname>Prasetyo</surname><given-names>L.B.</given-names></name><name><surname>Soekmadi</surname><given-names>R.</given-names></name></person-group><year>2022</year><publisher-loc>Jambi. Media Konservasi</publisher-loc><comment>27:51–58. DOI:</comment><pub-id pub-id-type="doi">10.29244/medkon.27.2.51-58</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-27"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Studi keanekaragaman jenis kanong semar (Nepenthes spp.) di Kawasan hutan bukit beluan Kecamatan Hulu Gurung</article-title><source>Jurnal Hutan Lestari</source><volume>3</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Khairil</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Dewantara</surname><given-names>I.</given-names></name><name><surname>Widiastuti</surname><given-names>T.</given-names></name></person-group><year>2015</year><fpage>259</fpage><lpage>264</lpage><page-range>259-264</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-28"><element-citation publication-type="book"><article-title>The Pitcher Plants (Nepenthes Species) of Singapore</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Lam</surname><given-names>W.N.</given-names></name><name><surname>Tan</surname><given-names>H.T.W.</given-names></name></person-group><year>2020</year><publisher-name>Lee Kong Chian Natural History Museum, National Univ of Singapore</publisher-name><publisher-loc>Singapore</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-29"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>A comparative exploration of the inquiline and prey species of Nepenthes rafflesiana pitchers in contiguous and fragmented habitat patches in Singapore</article-title><source>Raffles Bulletin of Zoology</source><volume>68</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Lam</surname><given-names>N.W.</given-names></name><name><surname>Yeo</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Lim</surname><given-names>Y.J.R.</given-names></name><name><surname>Wong</surname><given-names>H.S.</given-names></name><name><surname>Lam-Phua</surname><given-names>G.S.</given-names></name><name><surname>Fashing</surname><given-names>J.N.</given-names></name><name><surname>Neo</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Wang</surname><given-names>Y.W.</given-names></name><name><surname>Cheong</surname><given-names>F.L.</given-names></name><name><surname>YCNg</surname><given-names>Paul</given-names></name><name><surname>Tan</surname><given-names>W.T.H.</given-names></name></person-group><year>2020</year><fpage>838</fpage><lpage>858</lpage><page-range>838-858</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-30"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>A Review of Nepenthes (Nepentheceae) in Indonesia</article-title><source>Berita Biologi</source><volume>12</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Mansur</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2012</year><fpage>1</fpage><lpage>7</lpage><page-range>1-7</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-31"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Ecology of Nepenthes clipeata on Gunung Kelam, Indonesian Borneo</article-title><source>Plant Ecol Divers</source><volume>14</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Mansur</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Brearley</surname><given-names>F.Q.</given-names></name><name><surname>Esseen</surname><given-names>P.J.</given-names></name><name><surname>Rode-Margono</surname><given-names>E.J.</given-names></name><name><surname>Tarigan</surname><given-names>M.R.M.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>195</fpage><lpage>203</lpage><page-range>195-203</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1080/17550874.2021.1984602</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-32"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Diversity, ecology, and conservation status of Nepenthes in west Sumatra province, Indonesia</article-title><source>Biotropia</source><volume>30</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Mansur</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Salamah</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Mirmanto</surname><given-names>E.</given-names></name><name><surname>O.F</surname><given-names>Brearley</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>220</fpage><lpage>231</lpage><page-range>220-231</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.11598/btb.2023.30.2.1896</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-33"><element-citation publication-type="journal"><article-title>Ecological Diversity and Its Measurement</article-title><person-group person-group-type="author"><name><surname>Magurran</surname><given-names>A.</given-names></name></person-group><year>1988</year><publisher-name>Princeton University Press. Princeton</publisher-name><publisher-loc>New Jersey</publisher-loc><comment>DOI:</comment><pub-id pub-id-type="doi">10.1007/978-94-015-7358-0</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-34"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Populasi dan habitat Nepenthes ampullaria jack di Cagar Alam Mandor Kalimantan Barat</article-title><source>Medkon</source><volume>21</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Maysarah</surname><given-names>Zuhud A.M.E.</given-names></name><name><surname>A</surname><given-names>Hikmat</given-names></name></person-group><year>2016</year><fpage>125</fpage><lpage>134</lpage><page-range>125-134</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.29244/medkon.21.2.125-134</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-35"><element-citation publication-type="book"><article-title>Manual of Nearctic Diptera</article-title><volume>2</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>McAlpine</surname><given-names>J.F.</given-names></name><name><surname>Peterson</surname><given-names>B.V.</given-names></name><name><surname>Shewell</surname><given-names>G.E.</given-names></name><name><surname>Teskey</surname><given-names>H.J.</given-names></name><name><surname>Vockeroth</surname><given-names>Wood</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>D.M.</given-names></name></person-group><year>1987</year><publisher-name>Agriculture Canada</publisher-name><publisher-loc>Otawa</publisher-loc></element-citation></ref><ref id="BIBR-36"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Why a carnivorous plant cooperates with an ant–selective defense against pitcher-destroying weevils in the myrmecophytic pitcher plant Nepenthes bicalcarata hook.F</article-title><source>Ecotropica</source><volume>13</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Merbach</surname><given-names>M.A.</given-names></name><name><surname>Zizka</surname><given-names>G.</given-names></name><name><surname>Fiala</surname><given-names>B.</given-names></name><name><surname>Merbach</surname><given-names>D.</given-names></name><name><surname>Booth</surname><given-names>E.E.</given-names></name><name><surname>Maschwitz</surname><given-names>U.</given-names></name></person-group><year>2007</year><fpage>45</fpage><lpage>56</lpage><page-range>45-56</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-37"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Unusual life history traits of Aedes (Stegomyia) mosquitoes (Diptera: Culicidae) inhabiting Nepenthes pitchers</article-title><source>Ann Entomol soc am</source><volume>103</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Mogi</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2010</year><fpage>618</fpage><lpage>624</lpage><page-range>618-624</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1603/AN10028</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-38"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Ion fluxes across the pitcher walls of three Bornean Nepenthes pitcher plant species: flux rates and gland distribution patterns reflect nitrogen sequestration strategies</article-title><source>Journal of Experimental Botany</source><volume>61</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Moran</surname><given-names>A.J.</given-names></name><name><surname>Hawkins</surname><given-names>J.B.</given-names></name><name><surname>Gowen</surname><given-names>E.B.</given-names></name><name><surname>Robbins</surname><given-names>L.S.</given-names></name></person-group><year>2010</year><fpage>1365</fpage><lpage>1374</lpage><page-range>1365-1374</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1093/jxb/erq004</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-39"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Identifikasi tanaman kantong semar (Nepenthes sp.) terkait fenologynya pada daerah terbuka (panas) di Kawasan bumi perkemahan sobleman wilayah resort wonolelo, taman nasional gunung merbabu</article-title><source>Journal Nusantara Hasana</source><volume>2</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Muryanto</surname><given-names>S.B.</given-names></name><name><surname>Putri</surname><given-names>R.A.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>164</fpage><lpage>171</lpage><page-range>164-171</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-40"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Explorative study of tropical pitcher plants (Nepenthes sp.) types and insects that are trapped inside Sebangau National Park Palangkaraya Central Kalimantan</article-title><source>Journal of Physic Conf. Series</source><volume>795</volume><issue>012062</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Nanik</surname><given-names>L.</given-names></name><name><surname>Setyaningsih</surname><given-names>D.</given-names></name></person-group><year>2007</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1088/1742-6596/795/1/012062</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-41"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Komposisi takson tingkat suku serangga yang terperangkap dalam kantong Nepenthes spp</article-title><source>Biotropika</source><volume>5</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Panda</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Gunawan</surname><given-names>E.Y.</given-names></name></person-group><year>2017</year><fpage>36</fpage><lpage>43</lpage><page-range>36-43</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.21776/ub.biotropika.2017.005.02.1</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-42"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>The diversity of kantong semar (Nepenthes spp.) in hampangen educationalforest KHDT, universitas of palang karaya</article-title><source>Jurnal Daun</source><volume>9</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Putir</surname><given-names>E.P.</given-names></name><name><surname>Firdara</surname><given-names>F.E.</given-names></name><name><surname>Nuwa</surname><given-names>Andreas</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>J.F.S.</given-names></name></person-group><year>2022</year><fpage>177</fpage><lpage>187</lpage><page-range>177-187</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.33084/daun.v9i2.4149</pub-id><ext-link xlink:href="https://DOI.org/10.33084/daun.v9i2.4149" ext-link-type="uri">Available from: https://DOI.org/10.33084/daun.v9i2.4149</ext-link></element-citation></ref><ref id="BIBR-43"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Kajian anatomi daun dan morfologi Nepenthes spp. Koleksi kebun raya Baturaden Kabupaten Banyumas</article-title><source>Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed</source><volume>3</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Simbolon</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Samiyarsih</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Herawati</surname><given-names>W.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>121</fpage><lpage>131</lpage><page-range>121-131</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.20884/1.bioe.2021.3.3.4560</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-44"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Vegetasi komunitas Nepenthes spp. di kawasan hutan kampus institut agama islam negeri sulthan thaha saifuddin jambi</article-title><source>AlKauniyah: Jurnal Biologi</source><volume>10</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Susanti</surname><given-names>T.</given-names></name><name><surname>Yamin</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2017</year><fpage>83</fpage><lpage>90</lpage><page-range>83-90</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.15408/kauniyah.v10i2.4789</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-45"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Bacterial diversity and composition in the fluid of pitcher plants of the genus Nepenthes</article-title><source>Elsevier Syapm</source><volume>38</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Takeuchi</surname><given-names>Y.</given-names></name><name><surname>Chaffron</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Salcher</surname><given-names>M.M.</given-names></name><name><surname>Inatsugi</surname><given-names>Kobayashi</given-names></name><name><surname>JM</surname><given-names>Diway</given-names></name><name><surname>B</surname><given-names>Mering</given-names></name><name><surname>VC</surname><given-names>Pernthaler</given-names></name><name><surname>J</surname><given-names>Shimizu</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>K.K.</given-names></name></person-group><year>2015</year><fpage>330</fpage><lpage>339</lpage><page-range>330-339</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.syapm.2015.05.006</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-46"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Morphology and pitcher’s color Nepenthes in Batu Lubang Sibolga area</article-title><source>North Sumatra Province, Indonesia</source><volume>24</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Tarigan</surname><given-names>M.R.M.</given-names></name><name><surname>Aziz</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Tanjung</surname><given-names>I.F.</given-names></name><name><surname>Pary</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Adlini</surname><given-names>N.M.</given-names></name><name><surname>Jayanti</surname><given-names>U.</given-names></name><name><surname>Ardianto</surname><given-names>Ulfa</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>A.Y.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>1953</fpage><lpage>1961</lpage><page-range>1953-1961</page-range><publisher-loc>Biodiversitas</publisher-loc><comment>DOI:</comment><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d240403</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-47"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Morphology of arthropods discovered in pitchers of Nepenthes at Aceh Singkil District, Indonesia</article-title><source>Biodiversitas</source><volume>25</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Tarigan</surname><given-names>M.R.M.</given-names></name><name><surname>Faisal</surname><given-names>M.</given-names></name><name><surname>Manalu</surname><given-names>K.</given-names></name><name><surname>Kairuna</surname><given-names>Tambunan</given-names></name><name><surname>SPE</surname><given-names>Rahmadina</given-names></name><name><surname>Asy’ari</surname><given-names>H.</given-names></name><name><surname>Ritoga</surname><given-names>E.Y.</given-names></name></person-group><year>2024</year><fpage>2888</fpage><lpage>2900</lpage><page-range>2888-2900</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.13057/biodiv/d250710</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-48"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Autecology of Nepenthes spp. in Peat Swamp and heath forest pematang gadung, west Kalimantan</article-title><source>Journal Tropical Biodiversity Biotechnology</source><volume>8</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Utari</surname><given-names>N.</given-names></name><name><surname>Sulistijorini</surname><given-names>Ariyanti</given-names></name><name name-style="given-only"><given-names>S.N.</given-names></name></person-group><year>2023</year><fpage>1</fpage><lpage>8</lpage><page-range>1-8</page-range><pub-id pub-id-type="doi">10.22146/jtbb.81351</pub-id></element-citation></ref><ref id="BIBR-49"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>Larva mosquito (Diptera: Culicidae) abundance in relation with environmental condition of pitcher plants Nepenthes mirabilis var. mirabilis in Songkhla Province, Thailand</article-title><source>Songklanakarin Journal of Science and Technology</source><volume>43</volume><person-group person-group-type="author"><name><surname>Vong</surname><given-names>V.</given-names></name><name><surname>Noon-Anant</surname><given-names>N.</given-names></name><name><surname>Ali</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Onsanit</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Thitithanakul</surname><given-names>S.</given-names></name><name><surname>Pengsakul</surname><given-names>T.</given-names></name></person-group><year>2021</year><fpage>431</fpage><lpage>438</lpage><page-range>431-438</page-range></element-citation></ref><ref id="BIBR-50"><element-citation publication-type="article-journal"><article-title>A comparative uhpclc-q/tof-ms-based eco-metabolomics approach reveals temperature adaption of four Nepenthes species</article-title><source>Scientific Reports</source><volume>21</volume><issue>2186</issue><person-group person-group-type="author"><name><surname>Wong</surname><given-names>C.</given-names></name><name><surname>Ling</surname><given-names>S.Y.</given-names></name><name><surname>Wee</surname><given-names>S.L.J.</given-names></name><name><surname>Mujahid</surname><given-names>A.</given-names></name><name><surname>Muller</surname><given-names>M.</given-names></name></person-group><year>2021</year><pub-id pub-id-type="doi">10.1038/s41598-020-78873-3</pub-id></element-citation></ref></ref-list></back></article>